BMKG: Masyarakat Tetap Tenang, Potensi Tsunami Pesisir Pantai Jawa Timur Belum Valid

Jakarta, MINA –  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar, terkait kekhawatiran masyarakat karena adanya informasi potensi terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa  Timur.

Hal tersebut berdasar hasil kajian dari tim ahli BMKG yang disampaikan secara langsung oleh Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, demikian pernyataan BMKG, Sabtu (5/6).

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar.

BMKG menegaskan, apabila ingin mengetahui lebih jelas dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau www.bmkg.go.id dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG.

Menanggapi informasi tersebut, Danny Hilman Natawijaya, ahli gempa bumi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengatakan, hasil kajian BMKG belum valid secara ilmiah sebelum ada publikasi resmi.

Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi.

Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7.

“Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu,” katanya. (R/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)