Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG Waspadai Karhutla, Jambi Masuk Daerah Rawan 20–26 Agustus

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:32 WIB

27 Views ㅤ

Petugas memadamkan Karhutla di Sumsel. (Foto: BPBD)

Jakarta, MINA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 20–26 Agustus 2026. Provinsi Jambi termasuk daerah di Sumatra yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

BMKG mencatat kondisi atmosfer yang cenderung kering, diperkuat persistensi fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif dan El Nino berintensitas sangat kuat, dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Dalam analisis titik panas, Rabu (19/8), terdeteksi sebanyak 1.319 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Dari jumlah tersebut, 34 titik berada di Sumatra, termasuk dua titik di Jambi.

Wilayah Sumatra yang menjadi perhatian terhadap potensi karhutla meliputi Aceh bagian utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu bagian barat, Sumatra Selatan, Lampung, serta Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini, 4 November 2026, Berpotensi Hujan Ringan

Berdasarkan analisis Fire Weather Index (FWI), potensi karhutla pada periode 20–26 Agustus berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

BMKG juga melakukan pemantauan khusus terhadap tujuh provinsi prioritas karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Meski kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah, peluang pertumbuhan awan hujan tetap terdapat di beberapa daerah. Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Jambi, yang berpotensi mendukung pembentukan awan hujan secara lokal.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan. Pemantauan perkembangan cuaca, titik panas, dan potensi penyebaran api juga perlu terus dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran. []

Baca Juga: Banjir Meluas di Sejumlah Wilayah Aceh, Ratusan Warga Mengungsi

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Musim Hujan, Banjir Mengancam 6 Kecamatan di Kabupaten Garut

Rekomendasi untuk Anda