BNI Syariah Adakan Pelatihan Manajemen Masjid

Jakarta, MINA – BNI Syariah bersama Yayasan Daarut Tauhiid Peduli kembali bersinergi menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) pada 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pelatihan Manajemen Masjid tahun ini dilakukan secara virtual.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla; Kepala Kantor Eco Pesantren Daarut Tauhid Agus Mubarok; Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Muhammad Jazir dan Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengungkapkan, rasa syukur bahwa BNI Syariah dapat kembali melanjutkan program Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) yang telah sukses digelar sejak 2018.

“Melalui program ini, kami berharap masjid dapat menjadi sentra halal ecosystem. Masjid yang ada digunakan sebagai sarana mencerdaskan dan sebagai pusat kegiatan umat agar lebih produktif, terutama sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Firman dalam keterangan tertulis, Senin (7/9).

Menurutnya, masjid merupakan basis terkecil yang paling dekat dengan masyarakat muslim. Sejarah mencatat pada era kejayaan Islam, masjid memiliki peran yang sangat penting dalam peradaban umat Islam. Masjid merupakan pusat intelektualitas, pusat aktivitas sosial, politik dan ekonomi. Sementara saat ini beberapa masjid Indonesia belum optimal dalam manajemen keuangan, fund rising, manajemen aset, dan manajemen pemberdayaan.

Hal ini yang melatarbelakangi BNI Syariah menyelenggarakan program Pelatihan Manajemen Masjid. Dalam kondisi pandemi Covid-19, menurut Firman, masjid sebaiknya menjadi percontohan rumah ibadah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan teknis panduan ibadah di era New Normal.

Sementara Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla mengatakan, ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan masjid yang baik. Pertama adalah memakmurkan masjid dan kedua memakmurkan masyarakat.

“Masjid tidak hanya dipakai untuk beribadah dan shalat, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Saat ini Dewan Masjid sedang membuat pedoman bagaimana membangun dan mengelola masjid dengan baik,” imbuh JK.

Di Indonesia, menurut JK lebih dari 800 ribu masjid yang sebagian besar dibangun oleh masyarakat. Dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, masjid harus bisa menjadi solusi dalam masalah yang dihadapi masyarakat.

Pelatihan Manajemen Masjid diselenggarakan untuk peserta di Wilayah Timur Indonesia mencakup Kalimantan, Sulawesi, Bali dan sekitarnya sebagai batch pertama. PMM berlangsung dalam empat kali pertemuan selama dua jam tiap pekan.

Pada Pelatihan Manajemen Masjid virtual 2020 disampaikan materi Manajemen Masjid di era New Normal, bedah masjid percontohan (Masjid Jogokariyan/Masjid Daarut Tauhid), bedah masjid teladan BNI Syariah (pemenang penghargaan masjid teladan), pelaporan keuangan masjid dasar, serta literasi keuangan syariah.

BNI Syariah juga memberikan kuota internet sebesar Rp150 ribu kepada 200 peserta Pelatihan Manajemen Masjid di setiap batchnya dan sedekah WiFi terbatas kepada 50 masjid yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Pelatihan Manajemen Masjid pada 2018 dan 2019 diselenggaakan di 30 kota, diikuti oleh 6.162 peserta dan 3.724 masjid. Pada pelaksanaan program pelatihan masjid di 2019, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program.

Hal ini menjadi salah satu penopang penghimpunan DPK BNI Syariah secara keseluruhan, dimana hingga triwulan II tahun 2020 mencapai Rp43,64 triliun, tumbuh sebesar 20,15% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3,6 juta. (R/R4/P2)

Mi’raj News Agency MINA