BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Masjid Pulau Jawa secara Virtual

Jakarta, MINA – BNI Syariah bekerja sama dengan Yayasan Daarut Tauhiid Peduli mengadakan Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) batch II tahun 2020 menggandeng Dewan Kemakmuran Masjid serta Pemerintah Daerah dan Kota di wilayah pulau Jawa.

Pelatihan Manajemen Masjid ini kembali dilakukan secara virtual, dengan empat kali sesi pertemuan selama dua jam tiap pekan. PMM batch II sesi 1 ini diikuti oleh hampir 500 peserta. Demikian dalam keterangan pers yang diterima MINA, Ahad (4/10).

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, melalui program manajemen masjid diharapkan masjid dapat menjadi sentra ekosistem halal.

“Masjid difungsikan sebagai sarana mencerdaskan dan sebagai pusat kegiatan umat agar lebih produktif, terutama sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Firman.

Selain itu, diharapkan program ini dapat mencetak takmir-takmir masjid yang profesional untuk peningkatan kualitas pengelolaan masjid, serta mengoptimalkan peranan masjid di tengah lingkungan masyarakat. Kedepannya, hal ini berpeluang bagi BNI Syariah untuk menjadi salah satu pengelola keuangan bagi masjid-masjid yang ada diseluruh Indonesia.

Dalam kondisi pandemi COVID-19, masjid sebaiknya menjadi percontohan rumah ibadah dalam hal penerapan protokoler kesehatan dan pencegahan penyebaran COVID-19. Hal ini dilakukan diantaranya dengan menerapkan teknis panduan ibadah di era new normal seperti penggunaan masker, hand sanitizer, dan physical distancing antar jamaah.

Selain itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berharap, pelatihan manajemen masjid tidak hanya dilakukan dalam jangka pendek tapi juga jangka panjang dan pelatihan seperti ini bisa menjangkau daerah yang lebih luas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kemitraan yang menarik, karena BNI Syariah merupakan salah satu bank syariah yang paling banyak melakukan terobosan dan saat ini menjadi rujukan utama. Saya harap, Pelatihan Manajemen Masjid menjadi kegiatan yang memberikan manfaat besar,” kata Anies.

Saat ini peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah dan pusat pembelajaran agama saja, namun juga menjadi tempat kegiatan kemasyarakatan, ekonomi sosial dan budaya. Oleh karena itu pengelolaan masjid membutuhkan perencanaan yang matang dan kemampuan untuk melihat peluang dan risiko serta kelemahan dan kelebihan.

Menurut Anies, masjid bukan saja sekedar bangunan fisik, tetapi juga konsep kegiatan dan pengelolaan berbagai macam aktivitas yang ada di dalamnya. Dengan manajemen yang matang, masjid bisa menjadi pusat pendorong kemajuan dan perubahan masyarakat.

Dalam materinya, Penulis Buku Problematika Masjid, Agus Mubarok menyampaikan ada beberapa poin dalam menerapkan manajemen masjid di era pandemi dan new normal, seperti pemetaan kebutuhan jamaah masjid, perencanaan, pelaksanaan dan penyesuaikan program.

Kemudian, Direktur Fundraising DT Peduli Muhammad Ihsan mengatakan, masjid dapat lebih optimal dalam melayani jamaah jika dana masjid dikelola secara profesional. “Hal ini dapat dilihat dengan hadirnya lembaga masjid yang berfungsi sebagai penghimpun dan pengelola dana ZISWAF (zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf),” kata Muhammad Ihsan.

Pada tahun 2020, BNI Syariah kembali menyelenggarakan program Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) yang telah sukses digelar sejak tahun 2018. Pelatihan Manajemen Masjid telah diikuti oleh total 6.162 peserta dan 3.724 masjid.

Pada kesempatan ini, pelaksanaan PMM berkonsep virtual dan terbagi dalam tiga batch yaitu wilayah Indonesia timur, wilayah Jawa dan wilayah Sumatra. BNI Syariah juga memberikan bantuan sosial berupa kuota internet sebesar Rp150 ribu kepada 200 peserta Pelatihan Manajemen Masjid di setiap batch dan sedekah WiFi terbatas kepada 50 masjid yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. (R/R11/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)