BNI Syariah-GPM Bersinergi Sosialisasi dan Edukasi Gunakan Masker

Kediri, MINA – BNI Syariah bersama Gerakan Pakai Masker (GPM) bersinergi melakukan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren (PP) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19. Kegiatan ini dalam format webinar dan disiarkan di youtube BNI Syariah.

Hadir pula Pengasuh PP Lirboyo Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Ketua Umum GPM, Sigit Pramono; Ketua Dewan Pengawas Syariah BNI Syariah, Dr. Hasanudin, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo. Selain sosialisasi dan edukasi juga dibagikan 25 ribu masker untuk santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren Lirboyo.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah berkomitmen menjalankan Hasanah Way, yang terus berupaya memberikan kebermanfaatan dan kebaikan (Hasanah) yang tidak terputus baik di dunia maupun akhirat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat terus menebar kebaikan sesuai nilai-nilai Hasanah yang dijunjung BNI Syariah, diantaranya dengan cara berbagi, berdonasi dan mengedukasi masyarakat untuk memakai masker agar melindungi kiat semua,” kata Firman dalam keterangan tertulis diterima MINA, Senin (17/8).

Ia mengungkapkan terima kasih kepada Gerakan Pakai Masker atas sinergi hasanah yang menginisiasi gerakan sosial dapat membawa maslahat para santri dan pengurus pesantren di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang memiliki semangat dan kepedulian dengan BNI Syariah yaitu mengedukasi umat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker,” kata Firman.

Sejak tahun 2007 BNI Syariah telah menjalin kerjasama dengan Pondok Pesantren Lirboyo terkait penerimaan pembayaran keuangan santri, tabungan santri, cash management BNI Syariah-BNI Direct. Kerja sama ini diharapkan bisa memberikan kontribusi optimal bagi pengembangan ekosistem halal di Indonesia dalam halal education.

Sementara Ketua Umum GPM Sigit Pramono menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk memberikan penyuluhan penggunaan masker kepada para pedagang kecil pada 9.200 pasar trandisional yang tersebar di berbagai kota/kabupaten Indonesia. GPM mengajak para pengurus pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur untuk aktif memberikan penyuluhan kepada para santri untuk berdisiplin menggunakan masker saat beraktivitas, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Sebelum ini kami telah melakukan sosialisasi dan edukasi di Pesantren Genggong, Probolinggo, Jawa Timur. Sekarang di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri dan nanti kami akan bergerak ke pesantren lain. Kami menyadari memakai masker adalah upaya paling mudah yang untuk mencegah penularan virus Covid-19. Disiplin menggunakan masker bisa mencegah hingga 75% risiko penularan,” imbuh Sigit.

Selain itu Tokoh Muslimah Yenny Wahid mengungkapkan Covid-19 merupakan masalah global tanpa terkecuali di Indonesia. ini bukan yang pertama. Sebelumnya ada wabah black death atau wabah hitam yang terjadi di Eropa hingga jutaan orang meninggal.

“Kita perlu memastikan tidak menjadi korban fenomena alam dengan cara mudah yaitu memakai masker. Kesehatan dan kebersihan sangat dianjurkan dalam ajaran agama Islam. Memakai masker adalah bagian menjaga diri dan bagian melindungi orang-orang yang kita cinta termasuk orang tua kita sendiri dari penularan Covid-19.” ujar Yenny. (L/R4/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)