Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BNPB Ingatkan Daerah Perkuat Mitigasi Bencana Jelang Tahun Baru 2026

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 30 Desember 2025 - 14:32 WIB

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:32 WIB

10 Views ㅤ

Arus air bercampur lumpur mengalir deras dari kawasan perbukitan usai hujan lebat, memicu banjir dan potensi longsor di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Sosmed)

Jakarta, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah untuk segera mengecek kesiapan mitigasi bencana menjelang perayaan Tahun Baru 2026.

“Langkah ini penting dilakukan mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di berbagai wilayah Indonesia,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, di Jakarta, Senin (29/12) .

BNPB menekankan kesiapan menyeluruh mulai dari peralatan, sistem peringatan dini, personel kebencanaan, hingga dukungan anggaran. Daerah juga diminta segera menetapkan status siaga darurat apabila membutuhkan intervensi pemerintah pusat agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan optimal.

Sebagai langkah pencegahan dari hulu, BNPB bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan modifikasi cuaca di sejumlah wilayah yang diperkirakan berpotensi mengalami hujan lebat dan bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Abdul Muhari mengingatkan,  kondisi cuaca bersifat sangat dinamis, sementara mobilitas masyarakat meningkat selama libur akhir tahun, khususnya di kawasan wisata.

“Karena itu, koordinasi harian antara BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus diperkuat berdasarkan pembaruan prakiraan cuaca BMKG,” jelasnya.

Sementara itu, pemerintah pusat menyiapkan langkah antisipasi bencana susulan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Upaya yang dilakukan meliputi percepatan pembersihan aliran sungai dari kayu dan material penyumbat serta pemetaan wilayah dengan tingkat kelerengan ekstrem dan tanah labil sebagai bagian dari penguatan mitigasi bencana. []

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda