BNPT: Perangi Radikalisme Dengan Duta Damai Dunia Maya

(istimewa)

Jakarta, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melahirkan inovasi baru berupa program “Duta Damai Dunia Maya” dalam rangka mereduksi radikalisme dan terorisme di setiap lapisan masyarakat, khususnya di internet.

Menurut Kepala Subdirektorat Kontrapropaganda BNPT Kolonel TNI Sujatmiko, penyebaran paham-paham radikalisme dilakukan pada berbagai kesempatan, termasuk melalui media secara online.

“Melalui online media mereka menyebarkan ajaran-ajarannya tersebut, contohnya bisa dalam bentuk kalimat, film dan blog yang dapat mempengaruhi pengunjung, khususnya generasi muda yang belum mempunyai pahamaman,” kata Sujatmiko dalam acara FMB9, di Gedung Keminfo, Selasa (28/5).

Banyak korban yang sudah terkena dampak dari penyebaran paham radikal yang mereka percaya dari media online, bahkan mereka tidak tahu siapa sumbernya.

Untuk itulah, BNPT secara konsisten melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan untuk menyebarkan perdamaian melalui program Duta Damai Dunia Maya.

Sujatmiko menjelaskan, Duta Damai Dunia Maya beranggotakan 780 anak muda dari 13 Provinsi di Indonesia dan kini diperluas menjadi lintas negara di kawasan Asia Tenggara meliputi Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Laos.

Tugas dari Duta Damai Dunia Maya itu,
Nkata Sujatmiko menyebarkan konten perdamaian dalam melawan narasi kekerasan, ekstremisme dan radikal terorisme sesuai dengan kreativitas masing-masing anggota.

Bukan hanya itu, BNPT juga melibatkan youtubers, blogger, vlogger dalam menyebarkan pesan perdamaian dengan kalimat atau bahkan satu kata saja dalam konten sosial media mereka yang sifatnya mengajak kepada pengikut. (L/Sj/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)