BOM KACAUKAN “NOBAR” PIALA DUNIA DI NIGERIA

MINA-LEDAKAN YOBE
Ledakan di Nigeria (Gambar: AA)
Ledakan di Nigeria (Gambar: AA)

Yobe, 20 Sya’ban 1435/18 Juni 2014 (MINA) – Sebuah serangan bom telah menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 19 lainnya di sebuah lokasi  “nobar” atau nonton bareng pertandingan sepak bola Piala Dunia di Damaturu, ibukota negara bagian Yobe, Nigeria Utara.

Sedikitnya 13 orang tewas dan 19 luka-luka dalam pemboman hari Selasa di pusat melihat sepak bola di Damaturu, ibukota provinsi Nigeria utara Yobe Negara, menurut sumber-sumber rumah sakit.

“Saya menghitung 13 mayat di kamar mayat pagi ini,” kata seorang dokter dalam status anonim di Rumah Sakit Spesialis Sani Abacha di Damaturu, Rabu pagi (18/6) kepada Anadolu Agency sebagaimana yang dikutip MINA.

Seorang perawat yang bekerja shif malam mengatakan kepada Anadolu bahwa 13 mayat telah dibawa oleh polisi dengan kendaraan patroli militer tadi malam dan disimpan di kamar mayat.

BBC melaporkan, menurut pekerja di rumah sakit, truk-truk militer dan polisi melakukan perjalanan bolak-balik mengangkut para korban. Bahkan satu truk penuh dengan korban luka.

Pekerja lebih lanjut menyatakan bahwa korban cidera diprioritaskan oleh pasukan untuk dibawa ke rumah sakit sebelum kembali ke lokasi ledakan untuk mengumpulkan mayat mereka yang tewas.

Musa Aliyu, warga lainnya, mengatakan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 09:00 waktu setempat ketika pusat “nonton bareng” menayangkan pertandingan Brasil-Meksiko di Piala Dunia yang sedang berlangsung.

Warga belum bisa memastikan apakah alat peledak dilemparkan ke lokasi atau ditanam sebelumnya.

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada Anadolu bahwa “terlalu dini untuk menentukan” penyebab ledakan.

Badan-badan keamanan belum berbicara secara resmi tentang ledakan tersebut.

Baik Juru Bicara Pertahanan Chris Olukolade atau Juru Bicara Pemerintah Yobe, Abdullahi Bego, belum dapat dikonfirmasi komentarnya.

Pada tanggal 12 Juni, pihak berwenang di negara bagian Plateau melarang semua aktivitas  “nonton bareng” seluruh pertandingan Piala Dunia 2014 selama satu bulan.

Hanya 24 jam setelahnya, larangan yang sama dikeluarkan oleh otoritas negara bagian Adamawa.

Gangguan listrik endemik sering memaksa penggemar sepak bola Nigeria pergi menonton pertandingan di pusat menonton lokal.

Negara bagian Borno, Yobe dan Adamawa menjadi daerah yang paling terpukul oleh serangan bersenjata selama lima tahun pemberontakan oleh militan. (T/P09/EO2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

 

Comments: 0