BPBA: Kebakaran di Pemukiman Dominasi Bencana di Aceh

Banda Aceh, MINA – Frekuensi kebakaran di daerah pemukiman masih tinggi di Aceh pada bulan Mei tahun 2019 sampai hari ini (29/5). Dari seluruh kejadian bencana yang berjumlah 29 kali kejadian, kebakaran pemukiman mendominasi sebanyak 16 kali kejadian sementara kebakaran hutan dan lahan sebanyak enam kali kejadian.

Kemudian longsor tiga kali kejadian. abrasi, angin puting beliung, banjir genangan, dan gempa bumi masing-masing satu kali kejadian, demikian Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek Rabu (29/5).

Ia menyebutkan total kerugian mencapai kurang lebih Rp 3,5 Miliar.

Wilayah yang paling banyak mengalami kejadian Bencana di bulan Mei tahun 2019 ini adalah Aceh Besar sebanyak delapan kali kejadian dan didominasi oleh kebakaran pemukiman dan kebakaran hutan dan lahan. Kabupaten Bireuen sebanyak tiga kali kejadian yang juga didominasi oleh kebakaran pemukiman. disusul Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Sabang masing-masing sebanyak dua kejadian.

“Sedangkan untuk Kabupaten lain masing-masing hanya 1 kejadian,” kata Teuku Dadek.

Masyarakat yang terdampak bencana di Aceh pada bulan Mei tahun 2019 yakni berjumlah 15 Kepala Keluarga atau 60 Jiwa, pengungsi sebanyak 11 jiwa.

Kerugian akibat bencana yang paling banyak dialami adalah di Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp. 1 Milyar disusul Bener Meriah Rp. 660 Juta- dan Kota Bireuen sekitar Rp.435 Juta.

Dadek menambahkan, kebakaran pemukiman hanya dapat diminimalkan dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, dengan memerika instalasi listrik yang sudah tua yang menjadi sebab utama kebakaran. Sedangkan penyebab lainnya adalah perlu kewaspadaan dalam mengelola sumber panas di rumah tangga seperti mematikan kompor dan barang-barang elektronik yang tidak terpakai. (L/AP/P1 )

Mi’raj News Agency (MINA)