BPOM RI Dukung Palestina dalam Pengembangan Kapasitas Obat-obatan

Jakarta, MINA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) berkomitmen untuk mendukung Palestina dalam pengembanganan kapasitas obat-obatan dan fungsi rutinitas makanan.

Kepala BPOM RI Penny K. Lukito menegaskan, pengembangan obat-obatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari BPOM RI bersama pemerintah Indonesia bagaimana membangun negara dan masyarakat Palestina yang independen.

“Pengembangan tersebut berupa otoritas uji klinis, pemasaran, inspeksi peraturan, release vaksin, uji laboratorium dan untuk saat ini adalah pengawasan obat-obatan,” jelas Penny disela-sela Launching Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) antara BPOM RI dengan otoritas regulator obat-obatan Palestina yang di gelar di salah satu hotel di Jakarta pada Senin (15/10).

Dukungan BPOM RI untuk Palestina melalui KSS akan dilakukan dalam bentuk program pelatihan berkesinambungan dalam tiga tahap diantaranya adalah pembandingan sistem pengawasan obat dan makanan di Palestina untuk menemukan prioritas kebutuhan pelatihan.

Pelatihan tahap pertama mengambil tema “Strengthening Cooperation in The Field Of Drug Control Through Knowledge Sharing” dilaksanakan tanggal 15-19 Oktober 2018.

Penyelenggaraan ini bersamaan dengan digelarnya Pekan Solidaritas Palestina yang diselenggarakan 21 Oktober 2018 di Jakarta, untuk memperingati 29 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Palestina.

Momentum yang baik ini diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan kedua negara, dan dapat mengalirkan potensi ekonomi khususnya di bidang obat.

BPOM RI ingin bekerja sama yang dapat memperkuat kapasitas regulator Palestina dalam memastikan bahwa produk yang dipasarkan di Palestina adalah produk yang aman, berkhasiat, dan berkualitas baik.

Sementara itu, First Secretay Diplomat Palestina, Muhammar Milhem yang mewakili kedutaan besar Palestina juga sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BPOM dan pemerintah Indonesia berharap kerjasama ini dapat terus berkelanjutan. (L/Sj/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)