Buku “Jawa dan Halal di Thailand” Resmi Diluncurkan

Jakarta, MINA – Buku berjudul “Jawa dan Halal di Thailand” resmi diluncurkan di aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Senin (26/2).

Peluncuran dan bedah buku yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Selaras Global Amanah (SGA) dan Wardah Kosmetik itu menghadirkan narasumber antara lain Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Cholil Nafis, akademisi sekaligus aktris Marissa Haque, dan CEO Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat.

Buku ini membahas tentang diaspora orang-orang Jawa Muslim yang hidup di Thailand dan peranan pentingnya dalam mengubah persepsi Thailand terhadap orang-orang muslim dan agama Islam melalui pendekatan produk halal.

Buku ini juga berisi mengenai peranan Winai Dahlan, cucu dari pendiri Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Dahlan yang menjadi tokoh penting di balik kesuksesan Thailand sebagai salah satu dari sepuluh negara pengekspor produk halal terbesar di dunia.

Buku “Jawa dan Halal di Thailand” adalah rangkuman hasil riset yang dilaksanakan selama Oktober-Desember 2017 oleh empat orang peneliti dan penulis: Marissa Haque, Jaorana Amiruddin, Maya Dania, dan Reni Juwitasari.

Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Risman Muchtar mengatakan, produk halal kini bukan hanya menjadi proyeksi negara-negara muslim, tapi menjadi proyeksi global. Ridwan merasa senang dengan ditulisnya buku “Jawa dan Halal di Thailand” ini.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia K.H Cholil Nafis mengamini pendapat Risman Muchtar. Menurutnya, berbicara mengenai perkara halal tidak sebatas simbolis dan administratif berdasarkan dalil, tapi juga harus berdasarkan sains.

Jika sains yang dilandasi oleh semangat nilai Islam (maqashid syari’ah) ternyata mampu membuktikan kebenaran dalil-dalil agama, maka menurutnya akan banyak non Islam yang tertarik dengan ajaran Islam.
Penulis buku “Jawa dan Halal di Thailand” Marissa Haque menyatakan bahwa hal ini merupakan raihan yang besar sebab GDP (Produk Domestik Bruto) Thailand naik karena perhatian Thailand pada pengembangan produk halal. Penduduk muslim di Thailand hanya di kisaran 4 persen dari sejumlah 68 juta jiwa penduduk Thailand.

Perubahan pandangan Thailand yang bersahabat terhadap Islam, bahkan dunia terhadap produk halal tidak terjadi tiba-tiba. Adalah cucu Kyai Ahmad Dahlan, Winai Dahlan yang berikhtiar memprakarsai gerakan halal di Thailand sejak tahun 1994.

Winai Dahlan adalah anak kelima dari putera K.H Ahmad Dahlan yang bernama Erfan Dahlan. Winai yang saat ini bergelar Assoc. Prof. Dr, adalah pendiri Halal Science Center (HASCI) Universitas Chulalongkorn Thailand. Winai juga merupakan ketua dari Riset Sains Lipid dan Lemak dan juga ketua dari Pascasarjana Internasional dari studi Pangan dan Nutrisi, Faculty of Allied Health Sciences di universitas tersebut.

Di bawah kendalinya, Winai Dahlan yang merupakan salah seorang di antara 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre mempromosikan industri dan pelayanan halal melalui sejumlah pameran, kerjasama regional dengan pusat lembaga sertifikasi halal di Indonesia dan Malaysia.

Kiprah besar Waini Dahlan, yang juga menantu dari Muhammad Saleh, tokoh Nahdlatul Ulama yang mendirikan masjid bersejarah di Bangkok bernama Masjid Jawa terhadap pengembangan produk halal dan perekonomian nasional Thailand itu pada akhirnya membuat Thailand memberikan medali kehormatan The Dusdi Mala dari Raja Thailand kepada Waini pada tahun 2013.(L/R03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)