Buku “Muslim Melayu Penemu Australia” Dibedah di UIN Jakarta

Penulis Buku “Muslim Melayu Penemu Australia” Dr. Teuku Chalidin Yacob, MA., JP., sedang memaparkan materinya dalam Kuliah Umum dan Bedah Buku di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FAH UIN Jakarta), Kamis (4/5/2017).(Foto: Rana/MINA)

Jakarta, 8 Sya’ban 1438/4 Mei 2017 (MINA) – Buku “Muslim Melayu Penemu Australia” karya Dr. Teuku Chalidin Yacob, MA., JP. yang diterbitkan penerbit Mi’raj News Agency Foundation dibedah di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (FAH UIN Jakarta), Kamis (4/5).

Dekan FAH UIN Jakarta Prof. Dr. Sukron Kamil, M.Ag. mengatakan, kajian mengenai minoritas itu sangat menarik untuk dikaji.  “Semoga dengan forum ilmiah ini kita dapat mengkaji lebih jauh mengenai sejarah dalam mewujudkan kebebasan dan keadilan,” kata Prof. Sukron saat membuka Kuliah Umum dan Bedah Buku “Muslim Melayu Penemu Australia” di hadapan civitas akademik FAH UIN Jakarta.

Hadir sebagai pembedah yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu periode 2012-2017, Nadjib Riphat Kesoema dan Dr. Awalia Rahma, MA (Guru Besar Sejarah FAH UIN Jakarta).

Penulis buku, Dr. Chalidin Yacob, dalam pengantarnya menyebut buku dari tesisnya yang diberi judul “Muslim Melayu Penemu Australia: Potret Muslim Indonesia di Benua Kangguru” ini sebagai titik awal untuk meluruskan sejarah yang sebenarnya tentang pendatang awal dan sekaligus penemu Benua Australia.

Dia menyatakan, buku yang baru diterbitkan itu semula adalah tesis yang dipertahankannya dalam bidang pendidikan dan pemikiran Islam untuk meraih doktor di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada 2009 lalu.

“Kami mengharap buku ini dapat menambah khazanah intelektual Islam dan literatur kepustakaan Islam, serta bermanfaat sebagai titik awal untuk meluruskan sejarah yang sebenarnya tentang pendatang awal dan sekaligus penemu Benua Australia,” kata Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Australia itu.

Dubes Nadjib mengatakan, buku “Muslim Melayu Penemu Australia” ini menyajikan informasi dan fakta yang belum pernah diungkap secara sistematis. Menurutnya, buku ini memaparkan  fakta sejarah kedatangan dan interaksi para pedagang dan pelaut Muslim Indonesia dari wilayah Sulawesi Selatan dengan masyarakat Aborigin Australia beberapa abad lalu.

“Buku ini perlu dibaca masyarakat dan kaum cendekiawan di kedua negara (Indonesia-Australia). Buku ini dapat memperluas wawasan serta memberikan manfaat bagi semakin kayanya dinamika hubungan persahabatan dan kemitraan yang telah terjalin akrab antara dua bangsa,” kata Dubes Nadjib

Sementara Dr. Awalia Rahma mengatakan, buku ini dapat menjadi salah satu referensi bagi para akademisi untuk mendalami peta dakwah dan kedatangan Musim Indonesia di Australia. “Banyak informasi yang penting dalam buku ini yang dapat dipelajari para mahasiswa Muslim untuk berdakwah dan bekerja di Australia,” kata Dr. Awalia.

Menurutnya, tiga hal yang perlu dikaji lebih dalam lagi mengenai sejarah kedatangan Muslim Melayu ke Australia ini, yakni definisi dari Melayu, akurasi periodisasi sejarah, dan bukti-bukti otentik keberadaan Muslim Melayu di Australia.

Kuliah umum dan bedah buku ini dihadiri Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam FAH UIN Jakarta M. Nurhasan, M.A., Pemimpin Umum Kantor Berita Islam Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Ir. Syafril Lubis, Pemimpin Redaksi MINA Ismet Rauf, Sekretaris Redaksi MINA Widi Kusnadi, dan Ketua Tim Penerbitan Buku “Muslim Melayu Penemu Australia” Rana Setiawan.

Rana Setiawan menjelaskan, buku setebal 272 halaman itu mengungkapkan fakta-fakta terkini mengenai keberadaan pelaut Muslim Melayu (Bugis-Makassar) di Australia jauh sebelum Kapten James Cock mendarat di negeri yang berpenduduk asli Aborigin tersebut.

“Selain mengungkapkan sejarah Muslim Melayu penemu benua Australia, buku yang sudah masuk cetakan kedua ini juga akan memperluas pengetahuan tentang pendatang Muslim Melayu khususnya komunitas Muslim Indonesia, dengan mengulas kapan datang, apa motif kedatangan, kegiatan dan kisah sukses mereka serta bagaimana mengatasi permasalahan yang dihadapi selama berada di Australia,” ujarnya.

Rencananya, buku tersebut juga akan diterbitkan dalam bahasa Inggris.

Kuliah umum dan Bedah Buku FAH UIN Jakarta ini adalah salah satu dari rangkaian safari diskusi dan bedah buku “Muslim Melayu Penemu Australia” yang digelar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Makassar, Mataram, Sukabumi, Padang, dan Banda Aceh, dari 3-20 Mei 2017.

Dr. Teuku Chalidin Yacob, MA., JP., adalah tokoh masyarakat Muslim dan pendidikan Islam di Australia. Ulama asal Aceh ini pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) Periode 1986-1989. Dia adalah pendiri Ashabul Kahfi Islamic Centre Australia. Saat ini juga menjabat sebagai anggota Dewan Imam Nasional Australia (ANIC) dan Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Australia. (L/R01/RI-01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)