Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan Rajab Persiapan Awal Jelang Ramadhan

Ali Farkhan Tsani - Kamis, 3 Februari 2022 - 08:43 WIB

Kamis, 3 Februari 2022 - 08:43 WIB

9 Views

Oleh : Ali Farkhan Tsani, Redaktur Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

Perjalanan waktu terus berlalu, hingga tanpa terasa hari-hari ini kita memasuki bulan Rajab dalam Kalender Hijriyyah. Setelah bulan Rajab, kemudian akan dilanjutkan dengan bulan Sya’ban dan bulan Ramadhan.

Bulan suci Ramadhan pun tinggal hitungan dua bulan lagi, atau sekitar 60 hari lagi.

Tulisan ini hendak mengingatkan kita semua, untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan, sejak bulan Rajab ini, dengan berusaha menjaga dan bahkan meningkatkan berbagai amaliyah ibadah, baik itu yang bersifat individual maupun kebajikan-kebajikan bernilai sosial.

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri Puitis: Melanjutkan Ibadah, Melestarikan Sunnah  

Bulan Rajab itu sendiri, sebagaimana bulan Muharram, termasuk ke dalam bulan-bulan haram. Ini seperti Allah sebutkan di dalam ayat-Nya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS At-Taubah/9: 36).

Empat bulan haram yang dimaksud pada ayat tersebut adalah bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Dikatakan bulan-bulan haram karena pada keempat bulan tersebut harus dihormati (hurum) dan pada waktu itu tidak boleh (haram) melakukan peperangan. Ketetapan ini berlaku sejak syariat Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dan Nabi Ismail ‘Alaihis Salam, sampai kepada syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.  Termasuk larangan berperang ini diketahui dan disepakati oleh orang-orang Jahiliyah, sebelum turunnya Al-Quran yang diterima Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Baca Juga: Makna Sejati Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dengan Hati yang Suci

Kecuali tentu kalau kaum Muslimin dikhianati atau diserang pada bulan haram itu, maka dalam hal ini kaum Muslimin wajib mempertahankan diri dan membela diri dari kejahatan musuh-musuhnya.

Di dalam hadits disebutkan:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab yang terletak antara Jumadil (Akhir) dan Sya’ban”. (HR Bukhari, nomor hadits 3.197 dari Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu).

Karena mulianya bulan-bulan tersebut, termasuk Rajab, maka para ulama sangat suka untuk melakukan puasa sunah di dalamnya.

Baca Juga: Al-Jama’ah: Pilar Kebangkitan Umat Islam

Ini seperti penjelasan sahabat nabi, Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, yang mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut (Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram) sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, maka melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan shalih yang dilakukan pun akan menuai pahala yang lebih banyak.”

Pemuliaan amaliyah bulan Rajab ini tidak disebutkan shalat atau puasa yang dikhususkan pada bulan Rajab. Kalau mau melaksanakan shalat sunah, seperti dhuha, tahajud, qabliyah dan ba’diyah yang mengiringi shalat fardhu, maknanya ditingkatkan pada bulan Rajab ini.

Demikian pula kalau mau melaksanakan puasa sunah, seperti Senin dan Kamis. Maknanya adalah menggemarkan ibadah shalat sunah dan puasa sunah pada bulan-bulan haram, termasuk pada bulan Rajab ini.

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin menjelaskan, bahwa kesunahan puasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap pekan.

Baca Juga: Sejarah Yahudi adalah Sejarah Kekalahan

Terkait siklus bulanan ini Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori bulan-bulan utama (al-asyhur al-fadhilah) di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Bulan Rajab juga terkategori bulan-bulan haram (al-asyhur al-hurum) di samping Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram.

Imam An-Nawawi dalam Kitab Syarah an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim menguraikan, memang benar  tidak ada satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab. Namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyukai puasa dan memperbanyak ibadah pada bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram.

Al-Hafidz Al-‘Iraqi dalam al-Tabshirah wa al–Tadzkirah mengatakan, “Adapun hadis dha’if (lemah) yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya. Selama hadits tersebut tidak berkaitan dengan hukum dan aqidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi) dan tarhib (peringatan) seperti nasihat, kisah-kisah, dan keutamaan amal (fadha’il al-a’mal)”.

Semoga kita dapat meningkatkan ibadah pada bulan Rajab, seperti shalat sunah dan puasa sunah di dalamnya. Termasuk ibadah-ibadah lainnya yang bernilai sosial atau keumatan seperti infaq, sedekah dan menolong sesama. Apalagi meningkatkan solidaritas kepada saudara-saudara yang terjajah di Palestina, meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan dalam amal shalih dan mengoptimalkan berjihad di jalan Allah.

Baca Juga: Bulan Ramadhan Ibarat Permainan Ular Tangga, Dimana Posisi Kita?

Sekaligus marilah kita jadikan bulan Rajab ini sebagai bulan persiapan menjelang bulan suci Ramadhan. Semoga Allah sampaikan usia kita hingga bulan suci Ramadhan. Aamiin. (A/RS2/P2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Defisit Amal: Sebab dan Solusi Menurut Islam

Rekomendasi untuk Anda