Bulog Meulaboh Kekurangan Stok Beras

, MINA – Perum Sub Regional (Subdrivre) Meulaboh, Barat, mengalami kekurangan stok beras sebanyak 200 ton untuk merealisasikan program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra).

Ade Mulyani Kepala Perum Bulog Meulaboh menyebutkan, saat ini ketersediaan beras bulog hanya mencukupi untuk satu kali penyaluran rastra atau sebanyak 1.400 ton, Rabu (16/1).

“Stok beras yang tersedia di gudang hingga awal Januari 2019 hanya 1.400 ton, dengan kebutuhan bansos rastra mencapai 400 ton per bulan, kami perkirakan tidak mencukupi untuk disalurkan secara merata sesuai diajukan,” ungkapnya.

Dirinya mengkhawatirkan dalam waktu dekat ini, harga beras akan mengalami kenaikan di pasaran, sebab saat ini wilayah pertanian pangan di Aceh masih dalam proses penanaman dan belum bisa dilakukan serapan be

Pihaknya juga mengajukan penambahan beras kepada Bulog Divre Banda Aceh, kemudian diteruskan ke pusat untuk pengadaan beras yang diajukan sebanyak 1.000 ton guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sudah kami ajukan ke Bulog Divre Banda Aceh untuk diteruskan ke pusat, untuk penyaluran bansos rastra, kita masih memiliki beras, tapi kekurangan sebanyak 200 ton, belum lagi untuk kebutuhan operasi pasar di beberapa daerah nanti,” sebutnya.

Penambahaan stok beras di gudang perum Bulog Meulaboh tersebut juga sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga dipasaran serta kebutuhan masyarakat akan stok beras di pasar, sehingga nanti juga akan dilakukannya operasi pasar, serta beras cadangan untuk kebencanaan yang harus tersedia.

Dengan penambahan 1000 ton beras itu, maka diperhitungkan tersedia 2.400 ton stok beras di gudang, dengan demikian tidak akan ada soalan ketika dibutuhkan oleh setiap daerah untuk kebencanaan mau pun operasi pasar.

Ade mengatakan, antisipasi lain adalah menjaga tersedianya stok beras di gudang saat serapan beras Bulog Meulaboh tidak tercapai, hal itu biasanya terjadi karena daerah sentra pertanian mengalami gagal panen akibat bencana mau pun kekeringan.

“Untuk bansos rastra pada akhir Januari 2019 ini sudah mulai disalurkan sesuai petunjuk kita terima program ini sampai April 2019. Setelah itu belum tahu lagi apakah masih rastra atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” sebutnya. (L/AP/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)