Bunuh Diri Menular: Bagaimana Memutus Rantai Penularannya? (Bagian Akhir)

(Ilustrasi: Istimewa)

Oleh: Novalda Yogaswari dan Nabilah Munifah, Mahasiswa Program Magister Sains Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad) 

Copycat suicide dapat muncul dikarenakan maraknya pemberitaan tentang bunuh diri yang begitu detail, seperti cara mereka bunuh diri, alasan bunuh diri dan sebagainya. Isi berita yang begitu sensasional dan dramatis semakin membuat pembaca yang merasakan hal yang sama seperti ikut ke dalam cerita yang menyebabkan keinginan bunuh diri timbul.

Tak hanya itu, pada tahapan menerima informasi ini, (emotional intelligence) individu berperan dalam menentukan pengambilan keputusan apakah meniru perilaku tersebut akan bermanfaat bagi diri sendiri atau sebaliknya.

Kecerdasan emosional adalah keterampilan penting dalam kehidupan yang meliputi ketekunan, kegigihan, dan bertanggungjawab atas diri sendiri. Ini memungkinkan individu untuk berempati dengan emosi orang lain dan mengendalikan dorongan diri.

Kecerdasan emosional terdiri dari lima subkomponen: pengetahuan diri, pengendalian emosi atau diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial.

Lalu bagaimana hubungannya dengan perilaku bunuh diri pada individu? Temuan Korkmaz dkk (2020) mengenai hubungan kecerdasan emosional dan perilaku bunuh diri melihat bahwa ketidakmampuan untuk mengenali, menyadari, atau memahami emosi diri sendiri dan orang lain dapat membuat individu mempertimbangkan bunuh diri sebagai solusi atas kesulitannya.

Individu yang mencoba bunuh diri memiliki skor pengendalian emosi yang lebih rendah dibandingkan individu yang sehat. Hal ini menunjukkan adanya kesulitan dalam mengelola emosi dan mengadopsi mekanisme penanganan emosi yang sehat.

Dengan demikian, individu dengan kecerdasan emosional rendah yang  kemudian terpapar dengan berita kasus bunuh diri secara intens akan lebih mungkin memunculkan ideasi bunuh diri maupun meningkatkan ideasi terhadap peniruan perilaku bunuh diri sebagai jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Lalu dengan mengetahui cara penularan bunuh diri ini, hal apa saja ya yang harus dilakukan untuk mencegahnya?

Upaya Pencegahan dan Catatan Penting Bagi Orangtua

Sebagai pengguna internet dan audiens media massa, terutama kelompok rentan seperti mahasiswa dan remaja, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memutus rantai copycat suicide ini.

Pertama, mengidentifikasi risiko yang ada baik dari dalam dan luar diri masing-masing. Seperti misalnya, mengenali apakah diri kita sedang mengalami tekanan sosial yang tinggi, baik dari lingkungan sekolah, teman sebaya, maupun tuntutan akademik sehingga muncul stress hingga keinginan untuk bunuh diri.

Manfaat mengetahui hal ini adalah kita dapat mencari akses dukungan dan bantuan yang tepat ketika gejala copycat suicide terjadi dalam diri kita, seperti bercerita pada orang terdekat yang dapat dipercaya maupun meminta bantuan profesional seperti konselor atau psikolog.

Kedua, pencegahan terjadinya efek copycat suicide dapat dilakukan dengan mengembangkan emotional intelligence dalam menanggapi berita bunuh diri seperti mengenali emosi yang dirasakan, mengambil tindakan untuk menghindari berita bunuh diri jika timbul rasa tidak nyaman atau frustasi, serta memperbanyak membaca hal-hal positif yang mampu mengembangkan rasa percaya diri dan afek positif.

Kedua cara ini dapat membuat kita semakin mengenali diri dan mencegah meningkatnya pemikiran bunuh diri yang dapat dipicu oleh efek copycat suicide.

Tak hanya itu, orangtua juga memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental dan keselamatan kelompok rentan ini. Orangtua yang memahami gejala timbulnya copycat suicide dapat lebih mudah mengidentifikasi perubahan perilaku atau tanda-tanda kesehatan mental yang mungkin menunjukkan risiko bunuh diri pada anak.

Sehingga, orangtua dapat menjadi perhatian pada anak yang kemudian menunjukan gejala seperti penarikan diri, perubahan suasana hati yang drastis, hilangnya minat pada kegiatan yang sebelumnya disukai, atau perubahan pola tidur dan makan.

Orangtua kemudian dapat memberikan dukungan seperti mendengarkan secara aktif, memberikan dukungan emosional, dan mengajak anak untuk berbicara tentang perasaannya. Hal ini dapat membantu anak merasa didengar, dipahami, dan didukung, serta mendorong mereka untuk mencari bantuan jika diperlukan.

Sebagai penutup, penting untuk dicatat bahwa memahami gejala timbulnya copycat suicide hanya merupakan langkah awal dalam pencegahan bunuh diri. Diperlukan pendekatan yang komprehensif yang melibatkan kerjasama antara profesional kesehatan mental, pemerintah, lembaga , dan masyarakat secara keseluruhan untuk mengatasi masalah ini dengan lebih efektif.

Referensi:

  • Muhamad, N. (2023). Ada 971 Kasus Bunuh Diri sampai Oktober 2023, Terbanyak di Jawa Tengah. Diakses melalui Databoks di https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/10/18/ada-971-kasus-bunuh-diri-sampai-oktober-2023-terbanyak-di-jawa-tengahpada November 2023.
  • Jang, S.H.,Sung J.M, Park, J.Y, Jeon, W.T. (2016). Copycat Suicide Induced by Entertainment Celebrity Suicides in South Korea. Psychiatry Investigation. Vol. 13(1):74-81.
  • Korkmaz, S., Danacı Keleş, D., Kazgan, A., Baykara, S., Gürkan Gürok, M., Feyzi Demir, C., & Atmaca, M. (2020). Emotional intelligence and problem solving skills in individuals who attempted suicide. Journal of Clinical Neuroscience, 74, 120–123. https://doi.org/10.1016/j.jocn.2020.02.023
  • Phillips DP (1974) The influence of suggestion on suicide: substantive and theoretical implications of the Werther effect. Am Sociol Rev 39:340–354
  • Niederkrotenthaler T, Till B, Herberth A, Kapusta ND, Voracek M, Dervic K, Etzersdorfer E, Sonneck G.(2009). Can media effects counteract legislation reforms? The case of adolescent firearm suicides in the wake of the Austrian firearm legislation. Journal of Adolescent Health, 44:90–93.
  • Fu, K. W., & Yip, P. S. F. (2009, June 15). Estimating the Risk for Suicide Following the Suicide Deaths of 3 Asian Entertainment Celebrities. The Journal of Clinical Psychiatry, 70(6), 869–878. https://doi.org/10.4088/jcp.08m04240
  • Fu, K. W., & Yip, P. S. F. (2007, June 1). Long-term impact of celebrity suicide on suicidal ideation: results from a population-based study. Journal of Epidemiology & Community Health, 61(6), 540–546. https://doi.org/10.1136/jech.2005.045005
  • Ladwig, K. H., Kunrath, S., Lukaschek, K., & Baumert, J. (2012, January). The railway suicide death of a famous German football player: Impact on the subsequent frequency of railway suicide acts in Germany. Journal of Affective Disorders, 136(1–2), 194–198. https://doi.org/10.1016/j.jad.2011.09.044
  • Naghavi, M., 2019. Global, regional, and national burden of suicide mortality 1990 to 2016: systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2016. BMJ 364,l94. https://doi.org/10.1136/bmj.l94.
  • World Health Organization [WHO], 2014. Preventing Suicide: A Global Imperative. Geneva.
  • World Health Organization. (2021). Suicide worldwide in 2019: Global health estimates.
  • Goldsmith, S. K., Pellmar, T. C., Kleinman, A. M., & Bunney, W. E. (2002). Reducing suicide: A national imperative. Washington, DC: The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/10398. https://nap.nationalacademies.org/catalog/10398/reducing-suicide-a-national-imperative
  • Klonsky, E. D., May, A. M., & Saffer, B. Y. (2016). Suicide, suicide attempts, and suicidal ideation. Annual Review of Clinical Psychology, 12, 307–330. https://doi.org/10.1146/annurev-clinpsy-021815-093204/

(AK/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)