Bupati Kebumen Resmikan Program Ponpes Sehat dan Ramah Anak

Kebumen, MINA – Bupati Kabupaten Kebumen KH Yazid Mahfud, meresmikan Program Pondok Pesantren Sehat dan Ramah Anak di Kabupaten Kebumen.

Ia mengatakan dengan tegas mendukung program yang berorientasi dengan kesehatan sebagai sarana pembangunan masyarakat, membantu menyelesaikan berbagai permasalahan salah satunya kemiskinan. Demikian keterangan yang diterima MINA Selasa, (29/12).

“Program pondok pesantren sehat dan ramah anak sejalan dengan program prioritas Pemerintah Indonesia untuk mencapai target dari Sustainable Development Goals (SDG’s) pada tahun 2030. Salah satu dari beberapa target yang ditetapkan yaitu pembangunan kapasitas dan kualitas anak Indonesia,” jelasnya.

Pesantren Ramah Anak merupakan upaya mewujudkan pesantren yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif, dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial santri.

Tujuan dari Pesantren Ramah Anak diantaranya menciptakan pesantren yang melindungi dan menyenangkan bagi santri dalam suasana penuh nilai akhlakul karimah dan terciptanya lingkungan pembelajaran yang ramah antara pendidik dan santri.

Selain itu, pemenuhan hak anak bagi santri di pesantren dengan mengedepankan prinsip hak anak.

Ia berharap, agar keberadaan pesantren terus hidup dan berkembang.

“Saya memandang kaum santri dan komunitas pesantren kini diharapkan peran dan kiprahnya selaras dengan perkembangan jaman. Santri pada masa kini harus mengetahui kondisi zamannya. Masyarakat yang ada di sekitar santri makin lama makin maju. Semakin kritis terhadap segala sesuatu, semakin rasional dan komprehensif dalam memandang satu persoalan,” ujarnya.

Peluncuran Program Pondok Pesantren Sehat dan Ramah Anak di Kabupaten Kebumen ini merupakan prakarsa Pemerintah Kabupaten Kebumen berkerja sama dengan Muhammadiyah Steps Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dan kontribusi Perguruan Tinggi melalui pusat studi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam untuk kemaslahatan umat melalui program pengabdian masyarakatnya.

Dipilihnya Pondok Pesantren Al-Huda dan Al-Kamal bukanlah tanpa alasan, sebelumnya tim dari Muhammadiyah Steps dan Dinas Kesehatan telah melakukan penilaian tentang program pondok pesantren sehat dengan indikator zero tolerance pada kawasan tanpa rokok dan optimalisasi pedoman perilaku hidup bersih dan sehat.

Konsep Ramah Anak yang dijadikan acuan dalam menyelenggarakan pendidikan pondok pesantren yang berorientasi pada pemenuhan dan perlindungan hak anak.

Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai salah satu program terobosan dan inovasi sinkronisasi yang efektif untuk mencapai tujuan Pemerintah Indonesia salah satunya pembangunan sumber daya manusia dengan mengatasi dan mencegah kendala yang akan terjadi di masa depan.(R/SH/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)