Bupati Lamsel : Penerapan Metode Usaha Islam Cetak Pengusaha Tangguh

Kepala Bagian Bina Mental Spiritual (BMS) Setdakab Lampung Selatan Drs. A. Kholil saat membacakan pidato Bupati Lampung Selatan, H. Zainudin Hasan, M.Hum pada acara SIlaturrahim Pengusaha Muslim di Komplek Ponpes Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Sabtu, (26/3). Photo : MINA
Kepala Bagian Bina Mental Spiritual (BMS) Setdakab Lampung Selatan Drs. A. Kholil saat membacakan pidato Bupati Lampung Selatan, H. Zainudin Hasan, M.Hum pada acara SIlaturrahim Pengusaha Muslim di Komplek Ponpes Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Sabtu, (26/3). Photo : MINA

Bandar Lampung, 16 Jumadil Akhir 1437/26 Maret 2016 (MINA) – Bupati Lampung Selatan, H. Zainudin Hasan, M.Hum mengharapkan pengusaha menerapkan metode usaha Islami yang menghasilkan pengusaha tangguh dalam memperkokoh strategi usaha.

Hal ini disampaikannya dalam pidato resmi yang dibacakan oleh Kepala Bagian Bina Mental Spiritual (BMS) Setdakab Lampung Selatan Drs. A. Kholil pada acara Silaturrahim Pengusaha Muslim dengan tema Membangun Usaha Muslim yang Kokoh dan Berkah di Lokasi Pembangunan Masjid An-Nubuwwah, Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Sabtu, (26/3).

“Kita semua berharap silaturrahim ini dijadikan wahana bagi pengusaha muslim untuk dapat menerapkan metode usaha Islami dan menghasilkan pengusaha yang tangguh serta mampu memperkokoh strategi usaha yang akan dapat semakin memantapkan kesejahteraan dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam pidatonya, dia juga menyinggung pengusaha Muslim agar meningkatkan kerjasama dan saling memberikan informasi terkait dengan berbagai bidang usaha.

“Karena dengan bersatu dan saling menyebarkan informasi, bisnis yang kita jalani akan lebih kokoh dan terus berkembang. Selama ini prinsip bersaing dan tidak mau berbagi informasi karena takut disaingi menjadi penyebab runtuhnya bisnis Islam,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengusaha Muslim juga harus mampu melihat peluang dan memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya dalam meningkatkan jaringan berbisnis.

Dia berharap, pengusaha Muslim juga bisa menjadi penyedia berbagai kebutuhan untuk umat Islam dan merebut kembali pasar yang telah dikuasai oleh pengusaha lain.

“Melalui pertemuan ini diharapkan akan dihasilkan rencana strategis dan operasional jangka pendek, sehingga perencanaan tersebut dapat direalisasikan, sudah waktunya pengusaha muslim jadi penyedia kebutuhan bagi muslim yang selama ini dikuasai pengusaha lain,” ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia, Ir. Dade Novirzal kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) disela acara mengatakan dengan adanya acara ini pengusaha Muslim bisa menjadi penopang dakwah Islam sebagaiman para sahabat Rasulullah terdahulu.

Dade juga menjelaskan peran pengusaha dalam pembangunan Masjid An-Nubuwwah sejauh ini sudah mencapai progress pembangunan 45%.

Pada kesempatan yang sama, Imaamul Muslimin, Yakhsyallah Mansur memimpin langsung penggalangan dana untuk pembangunan Masjid An-Nubuwwah. Walhasil, terkumpul dana ikrar dari para pengusaha itu sejumlah Rp. 2.205.200.000,-.

Sudah berjalan lebih dari setahun pembangungan Masjid An-Nubuwwah berlangsung. Diperkirakan masih membutuhkan dana sekitar 10 Milyar rupiah sampai selesainya.(L/K08/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)