Cara Setan Jadikan Muslimah Berpakaian tapi Telanjang

Oleh Rudi Hendrik, jurnalis Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Setan sangat berkepentingan untuk mencari pengikut sebanyak-banyaknya dan bersama-sama jadi penghuni abadi di neraka. Salah satu target empuk setan adalah kaum wanita.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” (Hadis Riwayat Al- Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan kepada kita apa yang disaksikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang penghuni surga yang mayoritas adalah para fakir miskin, Sedangkan neraka penghuninya mayoritas adalah wanita. Tetapi hadis ini tidak menjelaskan sebab-sebab yang menyebabkan para wanita dimasukkan ke dalam neraka.

Namun di hadits, lain, dalam kisah salat gerhana matahari, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya melakukan salat gerhana dengan salat yang panjang. Saat itu Rasulullah diperlihatkan surga dan neraka berdasarkan hadits riwayat Bukhari 84, Muslim 1509, dan Muwatta Malik 401.

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melihat neraka, beliau bersabda kepada para sahabatnya, “… Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.”

Para sahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian), wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Kerana kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) nescaya dia akan berkata ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’.”

Dalam hadits yang lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)

Cara setan menjadikan Muslimah berpakaian tapi telanjang

SatuMedia.net menjabarkan, setan dalam menelanjangi wanita memiliki banyak strategi. Cara yang sering dipakai adalah memamfaatkan hawa nafsu yang memang memiliki banyak kecenderungan untuk mengajak kepada keburukan. Setan tahu persis tentang nafsu kita, mereka berusaha keras agar kita selalu keluar dari ketentuan Allah Subhana Wa Ta’ala, termasuk melepaskan hijab atau pakaian Muslimah.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan setan dalam melepas pakaian kaum Muslimah:

Pertama, menghilangkan definisi jilbab. Di tahap ini, setan membisikkan bahwa pakaian apapun tidak ada kaitannya dengan agama, termasuk jilbab. Ia hanya dianggap sebagai pakaian dan perhiasan bagi komunitas bangsa Arab. Jadi tidak ada yang namanya “pakaian syar’i”. Jadi, tidak masalah jika wanita mengganti model pakaiannya mengikuti perkembangan dan perubahan zaman.

Kedua, membuka bagian tangan. Tahap ini dilakukan oleh setan jika tahap pertama gagal. Telapak tangan Muslimah sudah biasa tampak. Maka setan membisikkan, agar ada peningkatan model, maka hasta dibuka dari telapak tangan hingga siku. “Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan baju panjang,” demikian pemikiran yang ditanamkan. Jika berhasil, Muslimah akan memakai baju model baru yang memperlihatkan hasta tangan dan laki-laki pun bersikap biasa-biasa saja. Setan pun berbisik, “Tuh, tidak apa-apa kan?”

Ketiga, membuka leher dan dada. Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka setan membisikkan hal baru lagi. Dengan alasan mengikuti mode, setan membisikkan agar membuka penutup leher dan dada atas. Tapi yang dibuka hanya sedikit dengan alasan untuk mendapat hawa udara agar tidak gerah. “Cobalah! Orang pasti tidak peduli, karena cuma sedikit yang terbuka,” kata setan. Maka dipakailah pakaian model baru.

Keempat, berpakaian tapi tidak.  Setan membisikkan lagi, “Pakaian kok begitu-begitu saja?” Banyak model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat agak ketat agar enak dipandang. Setan pun memberi ide baru. Kata setan, “Enggak apa-apa kok, kan masih baju panjang, hanya model dan bahan saja beda, agar terlihat lebih feminim.” Walhasil, pakaian model itu pun akhirnya membudaya di kalangan Muslimah. Makin hari bahannya semakin ketat dan transparan. Maka jadilah mereka seperti yang digambarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu wanita kasiyat ariyat (berpakaian tapi telanjang).

Kelima, agak dibuka sedikit. Setelah itu, tahapan selanjutnya dengan bisikan, “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit. Ide rok dibelah sedikit hingga lutut pun ditanamkan oleh setan. “Dengan demikian, kamu akan lebih leluasa dan terlihat lincah dan enerjik,” bisik setan. Lalu Muslimah mencobanya. Ternyata benar membuat langkah lebih leluasa, terutama ketika mau duduk atau masuk ke mobil. “Enggak apa-apalah, yang penting enjoy,” kata setan.

Hingga tahap ini, pakaian Muslimah tetap utuh dan tetap panjang, hanya model, corak, bahan dan potongannya yang beragam. Namun, status yang melekat pada Muslimah yang berpakaian seperti ini adalah “berpakaian tapi telanjang”. (P001/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)