Caraka Muda Nusantara Gelar Webinar Beasiswa Turki dan Erasmus Plus

(Foto: Istimewa)

Ankara, MINA – Caraka Muda Nusantara kali ini melaksanakan Webinar Beasiswa yang bertemakan “Kuliah di Turki dan Eropa Gratis, Kok Bisa?” pada Ahad (1/11).

Webinar tersebut menghadirkan Kurnia Ikhlasul Amal (Awardee Beasiswa Turkiye Burslari, Ankara Haci Bayram Veli University) dan Haka Fajriana Febda Kurnia (Awardee Beasiswa Erasmus Plus, Hradec Kralove University) sebagai narasumber dan Sonia Dwita Prafitri (Awardee Beasiswa Turkiye Burslari, Selcuk University) sebagai moderator.

Mengawali diskusi Sonia mengatakan, di tengah kondisi pandemi seperti ini kita bisa berkumpul lintas negara secara online untuk bisa sharing saling berbagi pengalaman dan ilmu.

“Webinar kali ini membahas tema Beasiswa Turkiye Burslari dan Beasiswa Erasmus Plus. Bagaimana pandangan para narasumber terhadap beasiswa tersebut, katanya, demikian keterangan rtertulis yang diterima MINA, Senin.

Merespon pertanyaan tersebut Ikhlasul Amal menjelaskan, beasiswa Turkiye Burslari adalah beasiswa pemerintah Turki di bawah Presidency for Turks Abroad and Related Communities (YTB) dan Kementerian Luar Negeri Turki.

Dia menjelaskan, setiap tahunnya YTB menerima ribuan mahasiswa dari berbagai negara untuk studi di Turki dan memberikan beasiswa S1, S2, S3, penelitian dan sekolah musim panas.

Ikhlasul mengatakan, saat ini kurang lebih terdapat 1.400 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Turki. Sekitar 20 persennya merupakan penerima beasiswa dari pemerintah Turki, hal ini menjadi bagian dari soft diplomacy Turki kepada Indonesia.

“Di sisi lain beasiswa ini menjadi elemen penting dalam diplomasi publik Turki yaitu komunikasi antar budaya yang membentuk citra positif di mata publik dan pemerintah bangsa lain,” ungkap Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara 2019-2020 tersebut.

Terkait pengalaman yang didapat selama menempuh pendidikan di Turki, Amal menyatakan, banyak pengalaman yang bisa kita dapatkan dengan berkuliah di luar negeri. Salah satunya adalah menambah relasi pertemanan dengan mahasiswa internasional, membuka wawasan kita tentang lingkungan budaya dan bahasa yang baru.

“Selain itu kita akan mendapatkan perspektif yang berbeda tentang Indonesia, karena kita melihat Indonesia jauh dari luar sehingga bisa melihat secara lebih objektif,” imbuhnya.

Narasumber lainnya Haka Fajriana menjelaskan manfaat yang didapatkan dengan mengambil Beasiswa Erasmus dengan penempatan negaranya di Republik Ceko.

Dia menjelaskan, program Erasmus Plus adalah beasiswa yang menawarkan mahasiswa lintas negara kesempatan untuk belajar atau magang di luar negeri di negara-negara Eropa dalam jangka waktu antara 2 hingga 12 bulan.

“Selain menawarkan program studi dengan bahasa Inggris, Republik Ceko, tempat saya studi kali ini merupakan tempat yang nyaman untuk tinggal dan menjadi jantungnya benua Eropa,” katanya.

Haka juga menerangkan hubungan sejarah yang sudah terjalin erat antara Indonesia dan Ceko. Hubungan sejarah Indonesia-Ceko sudah terjalin sejak abad ke-19 dimana Ceko yang dahulu masih tergabung dengan Slovakia (Cekoslovakia) mendirikan Konsul Kehormatan di Batavia di tahun 1924 dan juga pemerintah Indonesia mendirikan Indonesian Information Service di Praha tahun 1948.

“Tidak hanya itu, pemerintah Cekoslovakia juga mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat di tahun 1950 dan pada tahun 1992 RI juga memberikan pengakuan kepada Republik Ceko yang berpisah secara damai dengan Slovakia,” ujar Ketua PPI Istanbul 2016-2017 tersebut.

Webinar Beasiswa ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kota di Turki seperti Istanbul, Ankara, Sakarya, Konya, Kastamonu, Bursa, dan Isparta. Selain itu juga terdapat mahasiswa berbagai kota di Indonesia yang mengikuti webinar ini.

Caraka Muda Nusantara adalah platform komunitas diaspora anak muda Indonesia di Turki yang bertujuan meningkatkan hubungan Indonesia dengan Turki, membahas isu terkini antar kedua negara dan membangun networking kepemudaan lintas negara.(R/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)