Catatan Relawan RSI di Gaza: Utamakan Shalat dan Keselamatan Kerja

Saat hening dan dingin di sepertiga malam yang akhir, terdengar suara sayup isakan tangis dan alunan Al-Quran. Para relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza pada pukul tiga pagi waktu Palestina, sudah bergegas melawan kantuk dan rasa dingin yang menggigit, untuk shalat tahajud atau qiyamul lail, mengadukan diri kepada Sang Ilahi.

Saat azan subuh menggema ke seantero kota Gaza, para relawan terpanggil untuk mendatangi masjid.

Di saat terduduk menunggu iqomah shalat Subuh, tampak thermometer digital cuaca di dinding masjid menunjukkan suhu sekitar 12 derajat celcius. Pantas ujung jari-jari terasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuh. Namun, para relawan tetap hangat terlihat dari sinar wajah-wajah mereka ketika berdoa antara azan dan iqomah, mencari waktu yang makbul dalam berdoa.

 

Utamakan shalat dan keselamatan kerja

“Utamakan Shalat” adalah semboyan para relawan RSI menjaga keselamatan diri dengan shalat berjamaah di masjid.

“Utamakan Keselamatan Kerja” adalah juga keutamaan dalam kehati-hatian bekerja.

Dr. Arief Rachman, salah satu Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) terus mengingatkan kepada kami di Gaza, Palestina, agar melengkapi para relawan RSI dengan APD (Alat Pelindung Diri). Arief berharap para relawan saat kembali ke Tanah Air Indonesia tidak mengalami cacat akibat kecelakaan kerja.

APD adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja beramal salih membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.

Kelengkapan yang digunakan antara lain “Safety Helmet” yang berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.

Safety Shoes”, sepatu yang dilapisi besi di ujung jari mencegah kecelakaan fatal yang mengenai kaki akibat kejatuhan benda keras.

Respirator”, masker yang berfungsi sebagai penyaring udara di lokasi pembangunan dengan kualitas udara kurang baik, antara lain debu dan serpihan material.

Sarung tangan kerja, “Safety Harmes” atau tali pengaman. “Ear Plug” penutup telinga dari suara yang super bising. “Safety Glasses” atau kaca mata pengaman sebagai pelindung mata ketika bekerja baik yang terang maupun yang gelap untuk pekerjaan las, dan lainnya.

Semua jenis APD harus sudah digunakan para relawan RSI mulai briefing pagi, yaitu jam 6.45 pagi hingga selesai jam beramal salih di sore hari. Digunakan sebagaimana mestinya sesuai standar Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

Dokter Arief menambahkan, “APD wajib dipakai saat kerja dan menjadi standar keselamatan, agar menjadi contoh bagi pekerja lokal.” (A/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)