Catatan Relawan RSI di Gaza: Keberkahan Menerima Tamu

Oleh Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan RS Indonesia, langsung dari Gaza, Palestina

Aktivitas Relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina tidak hanya disibukan dalam proses pembangunan, mulai dari briefing pagi, penyiapan material dan pembagian kerja, tetapi juga menerima dan menyantuni tamu dengan baik.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Berpedoman pada hadits tersebut, bila dirata-rata, hampir dua jam sekali hadir tamu di Kantor Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Gaza, Palestina.

Tujuan kedatangan tamu berbagai macam, dari masalah yang bersifat pribadi hingga membicarakan masalah teknis bangunan.

Pembangunan tahap 2 RSI Gaza dibangun di atas bangunan yang sudah ada aktivitas sebuah rumah sakit, sehingga diperlukan banyak koordinasi dalam menjalankan proses pembangunannya.

Selain sibuk menerima tamu, para relawan RSI Gaza juga disibukan untuk dijadikan tamu oleh masyarakat Gaza. Mereka berlomba-lomba mengundang makan siang Relawan RSI. Ada yang mengundang sebagian ada pula yang mengundang seluruh relawan RSI Tahap 2 yang berjumlah 29 orang.

Relawan RSI Gaza harus mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat Gaza, sehingga untuk menghadiri undangan yang cukup banyak dibuatlah “waiting list” atau mengatur jadwal waktu undangan makan siang masyarakat Gaza.

Seabagian besar masyarakat Gaza memahami benar akan fadilah atau keutamaan menerima tamu, antara lain: mendapat pahala seperti ibadah haji dan umrah, menghapus dosa tuan rumah, disinari oleh cahaya kebaikan, tauladan dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, menjadi ladang sedekah, termasuk amalan ahli surga, sebagai bentuk keimanan dan ketakwaan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mereka berlomba-lomba untuk mengundang makan siang para relawan pada hari yang penuh berkah, yaitu hari Jumat, tanpa memikirkan kondisi ekonomi mereka sendiri yang sedang dalam blockade panjajah Israel.

Beberapa kali para relawan sempat menitikan air mata karena dalam kondisi rumah dan keseharian yang sangat minim, atau serba kekurangan mereka tetap mengundang para relawan RSI untuk menjamu dengan makanan yang cukup lengkap untuk ukuran orang Indonesia.

Saat sempat ditanyakan, “Kenapa mereka begitu bersemangat mengundang para relawan RSI?”

Mereka menjawab, “Walaupun kami dalam kondisi yang kekurangan, kami masih dapat berkumpul dengan keluarga. Akan tetapi kalian datang ke sini dari negeri yang sangat jauh sebagai relawan, meninggalkan anak istri dan pekerjaan sehari-hari kalian di sana untuk membantu kami di sini. Maka kami wajib menghormati kalian sebagai tamu.” (A/RI-1/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)