Cegah Corona, Anies Liburkan Sekolah di DKI Jakarta Selama 2 Pekan

Jakarta, MINA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan akan menutup kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah selama dua pekan ke depan mulai Senin (16/3) besok.

Langkah itu diambil Anies menyusul semakin meningkatnya pasien terjangkit virus corona yang telah menyebabkan 586 orang dalam pemantauan (ODP), dan 561 pasien dalam pengawasan (PDP), serta sedikitnya empat orang di Indonesia dinyatakan meninggal dunia.

“Kami menyadari bahwa langkah yang harus dilakukan saat ini melakukan semua prosedur mengurangi interaksi antarwarga. Artinya, mobilitas penduduk ditekan sekecil mungkin, kegiatan tidak perlu ditiadakan,” kata Anies Baswedan di Balaikota DKI, Sabtu (14/3).

Menurutnya, dari hasil diskusi pembahasan yang dilakukan dengan sejumlah pihak, Pemprov DKI menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kami menyimpulkan bahwa Pemprov DKI memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan Provinsi DKI dan melakukan proses belajar mengajar. Ini berlaku 2 pekan dan kami akan mengevaluai di akhir pekan kedua,” kata Anies.

Dia menjelaskan proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem jarak jauh dan digital. Lakukan dengan metode jarak jauh, lakukan dengan proses digital, tujuannya untuk mengurangi interaksi yang punya potensi penularan.

“Dengan keputusan ini maka jajaran dinas pendidikan DKI Jakarta, akan menyiapkan materi jarak jauh. Insyallah akan dilaksanakan. Bahan-bahan untuk orang tua, guru akan siap hari senin,” katanya.

Selain itu, pelaksanaan ujian nasional serta ujian sekolah pun ikut ditunda.

“Dan bagi peserta Ujian Nasional hari senin besok juga ujian sekolah diputuskan ditunda. Berlaku selama 2 pekan. Ini diambil merujuk pengalaman-pengalaman dari berbagai tempat termasuk Indonesia,” jelasnya.

Anies mengungkapkan bahwa di DKI Jakarta memiliki 10.600.000 penduduk dengan peserta didik 1,5 juta anak. Dan khusus anak SMA, SMK ujian nasional itu mencapai 124.000 peserta didik.

Selain sekolah, Anies juga mengimbau sejumlah tempat pendidikan non-formal seperti tempat kursus juga meliburkan kegiatan belajar mengajarnya secara langsung.

“Di Jakarta bukan hanya sekolah, ada kursus, pendidikan non-formal. Kami mengimbau untuk menunda kegiatan belajar mengajar secara langsung. Lakukan dengan metode jarak jauh, dengan proses digital. Tujuannya untuk mengurangi interaksi potensi penularan,” katanya. (L/R2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)