Cemburu Yang Terpuji

Sumber: Inet
Sumber: Inet

Oleh: Etha Rachmah, Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung

Cemburu, adalah sesuatu yang biasa dan pasti pernah dirasakan oleh semua orang, dari kalangan anak kecil sampai yang sudah menikah pasti pernah merasakan yang namanya cemburu, karena cemburu adalah fitrahnya manusia.

Ketika rasa cemburu itu datang, manusia selalu menunjukkan rasa cemburunya dengan berbagai ekspresi, ada yang menangis, tidur, marah-marah, pergi ke suatu tempat, merajuk, melakukan hal-hal tertentu, atau bahkan sampai melakukan sesuatu keburukan.

Erat kaitannya kecemburuan dengan cinta. Rasa cemburu biasa timbul pada orang yang kita cintai. Namun, ada satu hal yang harus kita semua ketahui. Cemburu dibagi atas dua jenis, cemburu yang terpuji dan cemburu yang tercela.

Cemburu yaang terpuji adalah cemburu yang tidak melampaui batas syariat, sedangkan yang tercela adalah yang melampaui batas syariat. Hati-hati dengan kecemburuan yang melampaui syariat, karena itu bisa berdampak pada prasangka buruk. Sedangkan prasangka buruk itu dilarang.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ ١٢

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Hujurat [49]: 12)

Dan di dalam Shahih dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, ia berkata: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِيَّكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيْثِ

“Jauhi oleh kalian prasangka karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan.”

Begitulah apabila cemburu berlebihan, cemburu yang berlebihan dapat menimbulkan suatu prasangka yang buruk, yang jatuhnya pada akhlak tercela, dan dalam hadits di atas pun telah dijelaskan bahwa prasangka adalah sedusta-dusta pembicaraan.

Lalu, bagaimana cara meminimalisir kecemburuan? Berikut adalah beberapa cara meminimalisir cemburu agar tetap pada cemburu yang terpuji:

Sibukkan Diri dengan Sesuatu yang Bermanfaat

Menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat juga bisa dengan membaca Al-Quran, yang harus kita perhatikan, bacalah Al-Quran beserta artinya. Mengapa? Karena dari situlah kita bisa memahami apa yang kita baca. Mentafakkuri Ayat-ayat cinta-Nya yang menenteramkan hati dapat meredam kecemburuan yang berlebihan.

Baca Buku atau Mendengarkan Tausyiah

Dengan membaca buku, kita akan banyak mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, contohnya, apabila kita membaca buku tentang cemburu dalam pandangan Islam, selain kita mengetahui bagaimana Islam memandang cemburu itu sendiri, lalu kita amalkan apa saja yang yang masih dalam lingkup syariat, dan meninggalkan apa yang sudah di luar syariat, kita juga bisa menuliskan apa yang sudah kita baca dan kita pahami, lalu kita posting di media sosial.

Jadi selain bermanfaat untuk kita juga bermanfaat untuk orang lain. Namun, apabila tidak suka membaca, maka kita bisa mendengarkan tausyiah, bisa di televisi, radio, youtube, datang ke majelis taklim, atau datang ke rumah ustaz/ustazah lalu meminta tausyiah atau nasehatnya terkait kecemburuan. Tak hanya itu, saat ini tak jarang lagu-lagu yang bersyairkan tausyiah.

Meningkatkan Kualitas Diri

Meningkatkan kualitas diri bisa dengan membaca buku dan Al-Quran seperti yang dijelaskan sebelumnya. Dengan begitu, pikiran kita akan tertuju hanya pada-Nya. Bila sudah begitu maka segala sesuatu kita akan mendahulukan Allah, sehingga kita terhindar dari kecemburuan yang merugi.

Ingat Waktu Saat Menggunakan Gadget

Inilah salah satu pemicu kecemburuan, jangankan pada pasangannya, ketika adik melihat kakaknya selalu bermain gadget dan adik tak dihiraukan, maka tidak menutup kemungkinan adik akan cemburu karena gadgetnya lebih diperhatikan dibandingkan dengan dirinya, begitu juga anak kepada orantuanya, saat ini gadget sepertinya sudah menjadi hal yang wajib dimiliki oleh semua orang, sehingga tak jarang anak tak diperhatikan hanya karena orangtuanya asik bermain gadget.

Sang anak bisa saja cemburu, karena yang lebih diperhatikan gadgetnya, sehingga anak pun biasanya akan merajuk untuk mengambil perhatian orangtuanya. Tak hanya itu, kecemburuan juga pasti dirasakan oleh pasangan suami istri.

Biasanya kecemburuan pada pasanganlah yang besar, akibatnya pun bisa sangat fatal apabila kecemburuan itu diluar batas syariat. Tak jarang kecemburuan muncul karena pasangan kita selalu bermain gadget.

Oleh karenanya, ingat waktu saat menggunakan gadget, jangan sampai gadget melalaikan kita dari kewajiban kita kepada Allah dan orang-orang yang ada di sekitar kita.

Perbanyak Istighfar dan Dzikir

Istighfar atau dzikir memiliki keutamaan, dalam sabda-Nya: “Maukah aku beritakan kepada kalian perbuatan kalian yang paling baik, paling suci di sisi Raja kalian, paling tinggi dalam derajat kalian, lebih baik bagi kalian daripada menginfaqkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kalian lantas kalian memenggal leher mereka atau mereka memenggal leher kalian?” Para sahabat berkata, “Tentu (wahai Rasulullah).” Beliau bersabda, “Berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Dalam hadits tersebut, kita telah diingatkan untuk selalu berdzikir, karena dengan begitu kita akan selalu ingat Allah, apabila kita selalu ingat Allah, In syaa Allah kita akan terhindar dari cemburu yang tercela.

Berfikir Positif

Dengan berfikir positif, kita akan terhindar dari yang namanya prasangka buruk, dengan begitu juga hati akan tenang, karena salah satu yang membuat hati kita tidak tenang adalah prasangka buruk.

Pahami Dia

Pahamilah pasangan atau orang terdekat kita, apabila kita mampu memahami kecemburuan itu, maka redakanlah cemburunya. Cemburu itu wajib ada, seperti hadits berikut:

“Dan sungguh wajib hukumnya bagi kalian (para suami) memiliki rasa cemburu kepada istri. Bahwasannya Nabi bersabda: “Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad).

Dayuts adalah suami/ kepala keluarga yang tidak cemburu terhadap istrinya.

Ingatlah Perkataan Lelaki Ini!

Sa’ad bin Ubadah radliyallahu ‘anhu berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang.” Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. Bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa’ad dan Allah lebih cemburu daripadaku.” (HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari, dan Muslim)

Rasulullah bersabda: “Rasa cemburu ada yang disukai Allah dan ada pula yang tidak disukai-Nya. Kecemburuan yang disukai Allah adalah yang disertai alasan yang benar. Sedangkan yang dibenci ialah yang tidak disertai alasan yang benar (cemburu buta).” (HR. Abu Daud)

Itulah beberapa cara untuk meminimalisir cemburu, semoga dengan tulisan ini kita semua mampu meminimalisir kecemburuan, sehingga cemburunya kita adalah cemburu yang terpuji, cemburu yang tidak di luar bata syariat. Aamiin. Wallahu A’lam.(eth/R05)

(dikutip dari berbagai sumber)

Mi’raj Islamic Nesw Agency (MINA)