Ramadhan: Cendekiawan Muslim Dunia Desak Bantuan Kemanusiaan untuk Zona Perang dan Konflik

Doha, MINA – Cendekiawan Muslim dunia mendesak negara-negara Islam untuk bahu-membahu menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan, terutama di zona perang dan konflik terkait datangnya bulan suci Ramadhan 1443H.

Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional yang berbasis di Qatar, Ali Al-Qaradaghi, mengatakan bantuan harus segera dikirim, terutama ke daerah zona konflik yang masih bergejolak seperti Palestina, Suriah, Yaman dan Ukraina.

“Ramadhan sangat penting bagi umat Islam untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan tanpa diskriminasi,” ujar Al-Qaradhaghi sebagaimana MEMO melaporkan, Jumat (1/4).

Ada arus migrasi akibat konflik di Yaman, Suriah dan Afghanistan, katanya, seraya mengatakan dunia menghadapi gelombang migrasi baru setelah perang Rusia di Ukraina.

“Ribuan orang dari Ukraina telah menjadi pengungsi. Orang-orang ini seperti orang Suriah, Afghanistan, dan Yaman. Mereka melarikan diri dari kematian. Tidak ada yang rela meninggalkan negara atau rumah mereka,” kata Al-Qaradhaghi.

Dia menambahkan, mereka berjuang untuk bertahan hidup dalam perjalanan menuju migrasi.

Mengkritik kebijakan negara-negara Eropa terhadap imigran, ia menjelaskan bahwa pengungsi Muslim di negara-negara Barat dihadapkan pada praktik rasis dan diskriminatif.

“Sayangnya, kita mendengar dan melihat praktik-praktik diskriminatif terhadap saudara-saudara kita yang menjadi pengungsi dan merantau ke negara-negara Eropa. Kita harus melakukan sesuatu. Ini sebenarnya bukan karena kebencian terhadap manusia, tetapi (terhadap) Islam. … Tapi kami mendukung semua yang tertindas yang terlantar akibat perang, terlepas dari keyakinan mereka,” ujarnya.

Al-Qaradhaghi mengatakan Turkiye mendukung kaum tertindas di seluruh dunia tanpa membeda-bedakan orang Mesir, Afghanistan, Suriah, Afrika, dan Ukraina, tidak seperti kebijakan munafik Barat.

“Turkiye telah menunjukkan kemurahan hatinya dengan membuka pintunya bagi jutaan pengungsi,” katanya.

Abderrazak Guessoum, Ketua Asosiasi Ulama Muslim Aljazair, mengatakan mereka menentang semua jenis perang yang menyebabkan kehancuran, rasa sakit dan kebencian, menyebabkan ribuan anak menjadi yatim piatu

“Anda tahu, dalam beberapa hari terakhir, jutaan orang Ukraina harus bermigrasi karena perang. Ini bukan hanya masalah dunia Islam tetapi seluruh dunia. Untuk membangun perdamaian dunia, perang ini mutlak harus diakhiri,” pungkasnya.(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)