CIA: ISIS PUNYA 20.00-31.500 PEJUANG DI IRAK DAN SURIAH

Washington, 16 Dzulqa’dah 1435 H/ 12 September 2014 M (MINA) – Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) memperkirakan, gerakan militan bahwa ISIS memiliki sekitar 20.000 sampai 31.500 pejuang di Irak dan Suriah.

Juru bicara CIA, Ryan Traoani mengatakan, Kamis, jumlah baru ini mencerminkan peningkatan anggota ISIS karena makin gencarnya perekrutan baru sejak Juni hingga Agustus, menyusul keberhasilan mereka di medan perang dan adanya deklarasi khilafah.

Pada awalnya, CIA memperkirakan jumlah pejuang ISIS hanya sekitar 10.000 orang saja. Zeenews melaporkan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jum’at (12/9).

Peningkatan ini diungkap CIA sehari setelah Presiden AS, Barack Obama berpidato selama 13 menit di Gedung Putih Rabu malam (10/9), yang   mengumumkan, AS akan melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah dan memperluas operasi serangan terhadap ISIS di Irak.

Obama menegaskan, AS tidak akan membiarkan militan ISIS terus berkembang, dan akan menargetkan menyerang pejuang ISIS di manapun mereka berada.

Pemerintah persatuan baru Irak dan oposisi moderat Suriah menyambut baik rencana Obama terhadap ISIS. Tapi Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan Pemerintah Rusia mengutuk tindakan tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

“Setiap tindakan apapun tanpa persetujuan dari Pemerintah Suriah akan dianggap sebagai serangan terhadap Suriah,” kata Menteri Rekonsiliasi Nasional Ali-Haidar, Kamis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Lukashevich mengatakan, tindakan sepihak AS akan menjadi “pelanggaran kasar” pada hukum internasional.

Mengomentasi sikap Rusia ini, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry mengatakan, ia benar-benar agak terkejut, Rusia berani menyatakan “pelanggaran hukum internasional” setelah apa yang terjadi di Krimea dan Ukraina Timur. (T/P011/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

http://zeenews.india.com/news/world/islamic-state-has-upto-31500-fighters-on-the-ground-in-iraq-and-syria_1468539.html

 

Comments: 0