Cina: AS Harus Bertanggung Jawab atas Dugaan Pelanggaran di Afghanistan

Jenewa, MINA – Duta Besar Cina untuk PBB Chen Xu mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Selasa (24/8), tentara AS dan militer mitra koalisinya harus bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan di Afghanistan.

Chen Xu tidak memberikan rincian dugaan pelanggaran dalam hampir 20 tahun sejak pasukan AS memasuki Afghanistan untuk memerangi militan Islam Taliban setelah serangan 11 September. Channel News Asia melaporkan.

Amnesty International sebelumnya melaporkan, ribuan warga Afghanistan telah terbunuh atau terluka oleh pasukan AS yang hanya sedikit yang diadili.

Departemen Pertahanan AS pada saat itu membela upayanya untuk menghindari jatuhnya korban.

“AS, Inggris, Australia dan negara-negara lain harus bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh militer mereka di Afghanistan dan pembicaraan sesi saat ini harus mencakup masalah ini,” ujar Chen Xu.

Xu menambahkan, di bawah panji demokrasi dan hak asasi manusia, AS dan negara-negara lain telah melakukan intervensi militer di negara-negara berdaulat lainnya.

AS juga telah memaksakan model mereka sendiri di negara-negara dengan sejarah dan budaya yang sangat berbeda,” lanjutnya.

“Ini telah menimbulkan penderitaan besar,” imbuhnya.

Terkait situasi Afghanistan saat ini, Cina mengatakan bahwa Beijing dapat berkontribusi pada pembangunan ekonominya.

“Kami akan terus mengembangkan hubungan bertetangga yang baik, bersahabat dan kooperatif dengan Afghanistan dan melanjutkan peran konstruktif kami dalam proses perdamaian dan rekonstruksinya,” tambah Chen dalam pidatonya. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)