Covid-19 di Penjara Terbesar Lebanon “Bom Waktu Kemanusiaan”

Beirut, MINA – Kepala Asosiasi Pengacara Beirut pada Senin (14/9) memperingatkan, wabah virus corona baru (Covid-19) di penjara terbesar dan paling padat di Lebanon yang dilanda krisis adalah “bom waktu kemanusiaan.”

Otoritas keamanan pada hari Sabtu (12/9) mengumumkan 22 kasus virus corona di penjara Roumieh, tepat di luar Beirut, termasuk 13 tahanan dan sembilan sipir. Mereka mengatakan, para tahanan telah dipindahkan ke unit isolasi di dalam penjara.

“Virus di dalam penjara Roumieh sama dengan bom waktu kemanusiaan,” kata Ketua Asosiasi Pengacara Beirut Melhem Khalaf kepada AFP, demikian dikutip dari Nahar Net.

Penjara itu menampung lebih dari 4.000 narapidana, sekitar tiga kali lipat dari kapasitas normalnya. Roumieh telah lama terkenal karena kondisi buruknya di beberapa bloknya.

Rekaman yang diduga diselundupkan keluar dari penjara dan dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan beberapa pria berbaring di kasur tipis, hanya beberapa meter satu sama lain di sepanjang koridor yang sempit.

Di kamar sebelah, setidaknya tujuh tahanan berbaring di kasur serupa bersebelahan di lantai.

Khalaf meminta pemerintah Lebanon mengambil lebih banyak “tindakan mendesak” untuk membendung penyebaran virus.

Menteri Kesehatan Sementara Hamad Hassan pada Sabtu mengatakan, kementeriannya bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pertahanan untuk mempersiapkan dua rumah sakit di wilayah Bekaa timur dan satu di Ibu Kota untuk para tahanan dan narapidana.

Jumlah infeksi Covid-19 telah melonjak di Lebanon dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah ledakan besar di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus yang menewaskan lebih dari 190 orang, melukai ribuan orang, dan menghancurkan sebagian besar ibu kota.

Sejak Februari, Lebanon telah mencatat total 24.310 kasus Covid-19, termasuk 241 kematian.

Negara itu sudah terperosok dalam krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade. Banyak yang khawatir sistem kesehatan yang rapuh tidak dapat mengatasi peningkatan besar kasus virus corona. (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)