Covid-19 Jakarta, Tingkat Kesembuhan 82,6%  Per 13 Oktober

Balaikota Jakarta  – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan pekembangan Covid-19 Jakarta per 13 Oktober sebanyak 89.228 kasus positif.

Dwi menjelaskan, dari jumlah tersebut, sembuh sebanyak 73.733 setelah penambahan 1.100 orang dengan tingkat kesembuhan 82,6%, dan 1.944 orang meninggal dunia dengan penambahan 22 pasien, sehingga tingkat kematian menjadi 2,2%.

Ia mengatakan, adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 13.551 (orang yang masih dirawat / isolasi), demikian keterangan yang diterima MINA.

Pemprov DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi / perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Dwi menyatakan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 11.963 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.570 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.054 positif dan 8.516 negatif.

“Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 101.025. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.659,” ucapnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11,8%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,3%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19. Berdasarkan data terakhir pada 11 Oktober, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 98 RS rujukan.

Dwi menjelaskan, untuk tempat tidur isolasi sejumlah 5.721, persentase keterisiannya sebesar 64% dengan total pasien isolasi sebanyak 3.689 orang. Sedangkan, untuk tempat tidur ICU sejumlah 770, persentase keterpakaiannya sebesar 71% dengan total pasien ICU sebanyak 543 orang.

Pada penerapan kembali PSBB masa Transisi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya. Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari:
Pertama. Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
Kedua. Selalu jalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5 – 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
Ketiga. Seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.
Dwi mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan kepada sesama agar selalu menerapkan protokol kesehatan. (R/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)