Covid-19, Pernafasan, dan Membaca Al-Qur’an

Oleh: Nurhadis, Wartawan MINA, Kepala Biro Sumatera 

Dalam upaya pencegahan dan pengobatan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), selain mentaati protokol kesehatan sesuai imbauan, Imaam wadah kesatuan umat, Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Yakhsyallah Mansur mengimbau jamaahnya untuk melazimkan membaca Al-Qur’an minimal 5 menit setiap ba’da sholat fardu.

Imbauan ini ditaati jamaahnya di berbagai pelosok daerah. Seperti yang dilaksanakan di Masjid An-Nubuwwah, komplek Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Al-Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan. Setiap ba’da sholat fardu, salah seorang santri Tahfidz Al-Qur’an secara bergilir memimpin pembacaan ayat Al-Qur’an sebanyak satu lembar.

Sejak awal dimulai hingga saat ini, Kamis (26/8) ba’da ashar sudah sampai QS. Al-Mu’minun (23), ayat 118.

Apakah ada pengaruh membaca Al-Qur’an dalam proses penyembuhan dan pencegahan terhadap virus Covid-19, sebagaimana imbauan Imaam Yakhsyallah Mansur yang juga Pembina Utama Jaringan Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah ?

Coronavirus Disease 2019 (COVID 19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dengan tanda dan gejala umum gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus COVID 19 yang berat dapat menyebabkan pneumoniadan sindrom pernapasan akut.

Menurut dr. M. Shiddiq, SpPD dari Al-Fatah Medical Team (AMT), latihan pernapasan merupakan salah satu asuhan mandiri yang dapat diberikan kepada pasien COVID 19. Latihan ini bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas penyerapan oksigen oleh jaringan paru yang mengalami peradangan.

Latihan pernapasan ini idealnya dilakukan oleh pasien sejak awal terinfeksi COVID 19, hingga fase pemulihan setelah COVID yang dikenal dengan post COVID syndrome. Selain itu prinsip kesehatan individu yang sempurna juga harus melikupi mind (pikiran), body (fisik) dan soul (spiritual).

Menurutnya, latihan pernafasan yang dilakukan saat membaca ayat Al-Qur’an merupakan instrument paling ideal untuk mendapatkan itu, dengan menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan lewat ayat-ayat yang dibaca.

Selain manfaat fisik, proses ini jika dilakukan secara teratur akan memberikan efek tenang, tentram, ini tentu berguna untuk mencapai kesembuhan paripurna, bagi penderita Covid-19.

Pada penelitian yang lain, disebutkan setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran akan menimbulkan potensi penyakit dan kerusakan di berbagai bagian tubuh. Sel-sel yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya. Maka muncullah terapi suara yang ditemukan seorang dokter di Perancis bernama Alfred Tomatis.

Ini dikuatkan oleh Dr. Al Qadhi yang menemukan, membaca Al-Qur’an dengan bersuara, memberikan pengaruh luar biasa terhadap sel-sel otak untuk mengembalikan keseimbangannya. Dalam penemuan tersebut, Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al-Qur’an dan disaat yang sama, sel-sel sehat menjadi aktif mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi.

Salah satu hasil penelitian Dr Ahmed Al-Qadhi menyebutkan, lantunan ayat suci Al-Qur’an mampu mengembalikan keseimbangan sel-sel sehat dalam tubuh, sehingga dapat melawan sel-sel kanker. Selain itu, membaca dan mendengar lantunan ayat Al-Qur’an juga sangat baik untuk meningkatkan sel-sel imun, sehingga kita dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan virus dan bakteri.

Penelitian-penelitian di atas sebagai pembuktian kebenaran QS.Al-Isra’: 82.

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًاCovid

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Insya Allah, dengan melaksanakan syariat Allah yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Sunnah RasulNya, kita dijaga oleh Allah dari terpapar virus dan penyakit apapun. (A/B03/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).