Covid-19, Ponpes Al-Fatah Muhajirun Lakukan Ujian Sekolah Secara Daring

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Ujian Akhir Sekolah yang sedang berlangsung di masa pandemik Covid-19 ini, di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Al-Muhajirun Lampung Selatan, menggunakan sistem daring (Dalam Jaringan) atau online.

Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Al-Fatah, Ihin Solihin kepada MINA, Ahad, (7/6) mengatakan, MA AL-Fatah sudah memulai Ujian Daring sejak 3 Juni sampai 15 Juni mendatang.

“Ada kendala sedikit sistem di hari pertama, dan sempat tertunda sampai waktu ashar, tapi kemudian bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Solihin juga mengatakan, meski secara sistem sudah disiapkan oleh Kemenag, para santri justru banyak menemukan kendala di rumah masing-masing.

“Ada yang nggak ada HP, ada yang lagi mengerjakan ujian tiba-tiba mati listrik, ada yang susah sinyal, ada yang kuotanya lagi nggak ada. Bahkan ada wali santri yang sampai ke kota antar anaknya cari sinyal, karena di rumahnya tidak ada sinyal,” katanya.

Solihin berharap, Covid-19 segera berlalu dan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan sebagaimana biasanya.

“Kalau ditanya tentang maksimal atau tidaknya, proses belajar mengajar dengan sistem online tentu kurang maksimal, ruh kependidikannya tidak sampai ke santri, dan santri tidak maksimal belajar,” ujarnya.

Harapannya tahun ajaran baru ini sudah berjalan normal sebagaimana biasanya.

Operator MA Al-Fatah, Misbahuddin Nur, mengatakan santri Al-Fatah mengakses soal di pesantrenalfatah.com dengan login dan pasword yang diberikan.

“Santri dipersilahkan mengerjakan soal sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, dan kita minta supaya santri mengirimkan photo saat dia mengerjakan ujian tersebut,” ujarnya.

Sejak ditetapkan PSBB oleh pemerintah, dunia pendidikan termasuk yang terdampak, semua sekolah diliburkan dan menghadapi tahun ajaran baru ini, Covid-19 masih belum juga selesai, meski sudah ada wacana New Normal.

Pemerintah Jawa Barat bahkan mewacanakan proses belajar mengajar dimulai pada Januari 2021 jika Covid-19 ini masih belum selesai karena dikhawatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Indonesia. (L/B03/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).