Jakarta, MINA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Aceh dan wilayah terdampak banjir serta longsor lainnya akan relatif mendukung selama sepekan ke depan. Kondisi ini dipandang kondusif untuk mendukung upaya penanganan darurat, pemulihan akses, dan pembangunan hunian sementara.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebut sebagian besar wilayah Aceh diprakirakan hanya mengalami hujan ringan dengan intensitas di bawah 20 milimeter per hari.
“Secara umum, kondisi ini sangat mendukung proses pemulihan di lapangan,” ujarnya dalam pemaparan perkembangan cuaca nasional, yang dikutip Rabu (24/12).
Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya kecenderungan peningkatan curah hujan pada akhir Desember hingga awal Januari seiring menguatnya monsun Asia. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di wilayah perbukitan, daerah aliran sungai, dan kawasan pesisir yang rawan bencana.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
BMKG juga mengklarifikasi bahwa siklon tropis yang terpantau saat ini bergerak menjauh dari wilayah Indonesia. Dampaknya hanya bersifat tidak langsung, berupa peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di beberapa perairan, seperti di selatan Jawa dan Selat Sunda.
Untuk meminimalkan gangguan cuaca, BMKG bersama BNPB terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca di wilayah terdampak. Operasi ini terbukti mampu mengurangi intensitas hujan antara 12 hingga 20 persen, sehingga memperlancar proses evakuasi, pembersihan, dan perbaikan infrastruktur.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic