CUACA ARAB SAUDI EKSTRIM, JAMAAH HAJI DIMINTA WASPADA

Jamaah haji saat mendapatkan bantuan medis dari Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) (Foto:Kemenag
saat mendapatkan bantuan medis dari Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) (Foto:Kemenag)

Jeddah, 8 Dzulqo’dah 1435/3 September 2014 (MINA)— Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaji) Kementerian Kesehatan Dr.dr. Fidiansyah mengatakan, jamaah haji diminta waspada pada awal hingga akhir bulan September ini, karena masa ini merupakan saat puncaknya panas tertinggi di .

“Bulan September ini merupakan puncaknya panas tertinggi di Arab Saudi, namun usai bulan September atau  pada awal Oktober  nanti, akan berganti menjadi musim dingin,” jelas Fidiansyah di kantor Teknis Urusan Haji Jeddah, Seperti dilaporkan laman kemenag yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Jamaah haji Indonesia diminta untuk menunda kegiatan ibadah yang tidak wajib dan menguras tenaga  sebelum menjalankan rangkaian ibadah wajib  yang wajib.

Saat puncak ibadah haji yang berbarengan dengan puncak panas tertinggi, disarankan membawa handuk kecil basah untuk menyeka wajah dan tubuh sehingga kulit tetap mendapatkan oksigen dan menjaga tubuh tetap stabil.

Jamaah juga diminta membawa botol semprot  kecil yang bisa dipakai untuk menyemprot wajah dan bisa juga untuk minum, diisi dengan air zam-zam.

Berdasarkan hasil penelitian, kandungan elektrolit dalam air zamzam sangat lengkap. “Jadi jangan segan-segan minum air zamzam. Kami di tim kesehatan, menerapkan program setiap hari jamaah yang dirawat diberi minum air zam-zam untuk meningkatkan kesehatan dan elektrolitnya,” kata Fidi.

Program ini diakui Fidi memang tidak lazim, namun ia meyakini zamzam mengandung mukjizat.

Masa tinggal jamaah haji  Indonesia di Arab Saudi pada penyelenggaraan ibadah haji 1435H/2014 ini lebih singkat dibanding tahun-tahun lalu. Kalau sebelumnya 41 hari, tahun ini menjadi hanya 39 hari. (T/Po10/R11)

Mi’raj Islamic News Agency  (MINA)
Comments: 0