Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cuaca Panas Ekstrem di Amerika Serikat Tewaskan 25 Orang

Arina Islami Editor : Sri Astuti - Ahad, 5 Juli 2026 - 21:21 WIB

Ahad, 5 Juli 2026 - 21:21 WIB

48 Views ㅤ

Washington, MINA – Sedikitnya 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat yang melanda wilayah Deep South, Midwest, hingga Pesisir Timur dalam beberapa hari terakhir.

Menurut laporan NBC, Ahad (5/7), sebanyak 22 dari total korban jiwa tersebut terjadi di negara bagian New Jersey, yang menjadi wilayah dengan dampak paling parah akibat gelombang panas.

Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, mengatakan jumlah kematian terkait panas di negara bagian tersebut meningkat dari 19 menjadi 22 orang pada Sabtu (4/7).

Selain di New Jersey, satu kematian akibat cuaca panas ekstrem Amerika Serikat dilaporkan di Illinois, sementara dua korban lainnya tercatat di Mississippi.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Sementara itu, ABC melaporkan suhu udara di Washington, DC mencapai 38,8 derajat Celcius saat peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli. Suhu tersebut memecahkan rekor yang telah bertahan lebih dari satu abad.

Gelombang cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat juga disertai badai yang memengaruhi stabilitas jaringan listrik di sejumlah negara bagian.

Di New York, suhu udara mencapai 100,4 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celcius pada Kamis (3/7). Kondisi panas yang sangat tinggi bahkan menyebabkan lapisan aspal di sejumlah ruas jalan meleleh.

Dampak cuaca panas ekstrem Amerika Serikat juga memaksa beberapa kota di wilayah Pesisir Timur membatalkan maupun menjadwal ulang berbagai kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pada Sabtu, sedikitnya 840.000 rumah tangga dilaporkan mengalami pemadaman listrik di tengah gelombang panas yang disertai badai petir musim panas.

Otoritas setempat terus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta mengikuti peringatan cuaca guna menghindari risiko kesehatan akibat suhu yang terus meningkat.[]

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda