Da’i Jama’ah Muslimin (Hizbullah): Shalat Sebagai Miniatur Kehidupan

Ustadz Wahyudi KS saat memberikan ceramah dihadapan ribuan Jama'ah Tabligh AKbar yang diadakan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Masjid At-Taqwa Komplek Ponpes Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Ahad, (20/3). Photo : MINA
Ustadz Wahyudi KS saat memberikan ceramah dihadapan ribuan Jama’ah Tabligh AKbar yang diadakan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Masjid At-Taqwa Komplek Ponpes Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Ahad, (20/3). Photo : MINA

Bandar Lampung, 11 Jumadil Akhir/20 Maret 2016 (MINA) – Islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam jika umat Islam menjadikan shalat sebagai miniatur kehidupan.

Demikian disampaikan Da’i Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Ustadz Wahyudi KS dihadapan ribuan peserta Tabligh Akbar yang diadakan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Masjid At-Taqwa Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Ahad, (20/3).

“Umat Islam hendaknya mengevaluasi diri masing-masing, sudahkah menjadikan shalat sebagai miniatur kehidupan sehari-hari, sehingga Islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam,” katanya.

Menurutnya, di dalam shalat berjama’ah, ada aplikasi yang harus diamalkan dalam kehidupan umat Islam sehari-hari.

“Aplikasi dari shalat yakni adanya imam dan makmum, maka di luar shalat pun begitu, demikian Rasul mencontohkan kepada kita. Dulu Rasul sebagai Imam dan sahabat sebagai makmum, dilanjutkan Abu Bakar sebagai khalifah. Terus sampai selanjutnya tidak boleh ditinggalkan kehidupan berjamaah di luar shalat sebagaimana di dalam shalat,” ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, shalat berjama’ah yang diaplikasikan dalam kehidupan akan benar-benar mencegah umat Islam dari perbuatan keji dan munkar.

“Shalat yang benar akan menjadikan kita pantas sebagai pembawa bendera Islam yang rahmatan lil alamin sehingga Insya Allah akan diberikan kepada kita kemampuan untuk mebebaskan Masjid Al-Aqsha,” ujarnya diiringi takbir para jama’ah.

Rasulullah lanjutnya, 14 abad yang lalu telah mengisyaratkan aka nada kaum yang lebih baik daripada para sahabat.

“Ada seorang sahabat bernama Abu dzar bin Al-Jarroh bertanya kepada Rasulullah, adakah orang yang lebih baik daripada kami. Maka Rasul menjawab, kaum yang mereka beriman kepadaku padahal mereka belum pernah berjumpa denganku, inilah yang dinamakan Ikhwannya Rasullah,” katanya.

Namun untuk meraih gelar ikhwannya Rasullullah, umat Islam harus mempunyai kriteria yang baik, utamanya dari shalat yang baik.

Ciri umat Islam yang diberi gelar Ikhwan oleh Rasul adalah yang baik shalatnya, tidak lalai dan tidak riya dalam melaksanakan shalat. Merka khusyu dan tumakninah dalam shalat, merapatkan shaff dalam shalat. Jangan dianggap remeh.aplikasi dari shalat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya

“Inilah hakikat kita menjadi rahmat diawali dari shalat yang baik. Mari benahi shalat, jangan sampai kita mengaku ikhwan namun tidak ada kriteria ikhwan di dalam diri kita,” tambahnya. (L/eth/sfh/nia/K08/P4).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)