Dampak Kebakaran, Simulasi UNBK di Ponpes Al-Fatah Lampung Tertunda

Persiapan UNBK Pondok Pesantren Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan.(Foto: MINA)

Bandar Lampung, MINA – Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Pondok Pesantren Al-Fatah, Muhajirun, Natar, Lampung Selatan terpaksa tertunda akibat kebakaran Senin sore kemarin.

Menurut Kepala Operator UNBK Ponpes Al-Fatah, Misbahuddin Nur, simulasi yang rencananya akan diadakan pada Rabu (7/2) terpaksa dibatalkan.

Lebih lanjut, Misbahuddin mengatakan fihaknya masih menunggu jawaban dari Pusat Pendidikan (PUSPENDIK) lantaran harus mengganti hari simulasi atau mengikuti simulasi yang ketiga. Pasalnya simulasi ini adalah yang kedua kali diadakan setelah sebelumnya diadakan pada November 2017 lalu.

“Sementara ini kami masih menunggu jawaban terkait Simulasi UNBK dari PUSPENDIK apakah diganti hari atau ikut simulasi yang ketiga,” tambahnya.

Dampak dari kebakaran ini jaringan internet terganggu sehingga memerlukan waktu untuk memperbaikinya kembali dan Rabu besok tidak memungkinkan untuk dilakukan simulasi.

Harapan kedepannya semoga pihak dari PUSPENDIK dapat segera memberi jawaban agar bisa terlaksana dengan segera.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

UNBK sendiri sesuai kalender pendidikan akan diadakan pada April mendatang.

Kebakaran terjadi pada Senin (6/2) sekitar pukul 14.45 WIB yang disebabkan korsleting listrik di gudang tempat penyimpanan komputer bekas yang kemudian menyambar ke gedung Shuffah Quran Abdullah bin Mas’ud.

Dua ruang kuliah Shuffah Al-Quran Abdullah bin Masud (SQABM), satu lab computer, ruang Majelis Permusyawaratan Santri (MPS), Sebagian kantor Madrasah Aliyah dan sebagian kelas Lembaga Bahasa Al-Fatah (LBA).

Tidak ada korban jiwa karena saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar dan para santri sedang melaksanakan shalat Ashar. Sementara kerugian ditaksir sekitar 1,9 miliar rupiah. (L/fdl/B01/R01).

Mi’raj News Agency (MINA).