Laporan Kontributor MINA dari Gaza: Enam Orang Palestina Guncang Sistem Keamanan Israel

Oleh: Mohammad Shaaban, Kontributor MINA di Gaza

Meski penjara-penjara Israel dikenal dengan tingkat pengamanan yang super ketat, namun enam tahanan Palestina berhasil melarikan diri hanya dengan menggunakan sendok kecil.

Total enam tahanan Palestina, lima dari gerakan Jihad Islam dan satu dari gerakan Pembebasan Nasional Palestina (Fatah) berhasil melarikan diri pada Senin (6/9) dini hari. Mereka berhasil keluar melalui terowongan yang mereka gali di penjara Israel, Gilboa, dekat daerah Bisan, yang merupakan salah satu penjara dengan keamanan paling ketat di Israel.

Keenam tahanan Palestina yang lolos tersebut adalah Zakaria Zubeidi, Munadil Nafeat, Muhammad Ardah, Yaqoub Qadri, Ayham Kammji dan Mahmoud Ardah.

Sulit dipercaya tetapi orang-orang Palestina berhasil mengubah drama menjadi kenyataan.

Pendudukan Israel menyadari, “Shawshank Redemption”, sebuah film drama Amerika tahun 1994 tentang seorang tahanan yang melarikan diri dari penjara dengan sendok, tidak lagi hanya sebuah fiksi. Namun jadi sebuah kenyataaan berkat tekad para tahanan Palestina.

Kegagalan Sistem Keamanan Israel

Lolosnya tahanan Palestina adalah operasi kompleks yang mampu melumpuhkan perangkat keamanan dan militer Israel. Pihak Israel sendiri masih bingung bagaimana hal itu dilakukan.

Pihak berwenang Israel bahkan tidak bisa menjelaskan bagaimana mereka menggali terowongan di mana para tahanan melarikan diri dari dalam penjara.

Namun, Haaretz mengatakan, “Petugas penjara percaya bahwa keenamnya melarikan diri melalui lubang di luar tembok penjara, yang berhasil mereka gali selama beberapa bulan terakhir.”

“Administrasi Penjara Israel melaporkan hilangnya tahanan kepada polisi pada pukul 3:29 pagi,” tambah surat kabar itu.

Pintu keluar terowongan kemudian ditemukan beberapa meter di luar tembok penjara, seberang menara observasi Israel.

Hal ini menunjukkan, sistem keamanan yang tinggi aktif di tempat para tahanan sebelumnya berada.

Namun, mereka berhasil melarikan diri dan mematahkan legenda Israel bahwa mereka memiliki sistem keamanan yang paling kuat dan tidak dapat dipecahkan.

Israel Intensifkan Sistem Keamanan

Israel menyadari bahaya yang dibawa oleh para tahanan Palestina yang berhasil meloloskan diri.

Petugas Polisi, anggota Shin Bet dan Tentara dikerahkan dalam operasi pencarian.

Sistem keamanan ditingkatkan untuk mencari para tahanan dengan area yang lebih luas ke desa-desa dan kota-kota yang dekat dengan perbatasan di Tepi Barat utara dan Yordania.

“Menteri Pertahanan Benny Gantz telah memerintahkan untuk mengintensifkan pasukan Israel di sepanjang perbatasan untuk mencegah tahanan melarikan diri ke wilayah tersebut,” kata surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth.

Tentara Israel juga memasang penghalang jalan di seluruh Tepi Barat untuk mencegah tahanan melarikan diri ke Yordania.

Israel Broadcasting Corporation mengatakan, 82 pos pemeriksaan telah didirikan di seluruh Israel untuk mencari tahanan yang melarikan diri.

Surat kabar itu melanjutkan, penilaian saat ini adalah bahwa para tahanan masih berada di wilayah Israel dan pihak berwenang sedang melacak mobil yang mencurigakan.

Enam tahanan Palestina tersebut membuktikan kepada dunia bahwa tekad mereka lebih kuat dari senjata dan Tentara Israel. (TA-K-G/RE1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)