Darurat Palestina: Pertemuan Seluruh Faksi Perlawanan Gaza Sepakati 12 Poin

Seluruh faksi Palestina di Jalur Gaza saat melakukan konferensi pers di Jalur Gaza, Selasa (12/12). Foto: Aqsa Voice

Gaza, MINA – Seluruh faksi perlawanan di Jalur Gaza pada Selasa (12/12) melakukan pertemuan darurat untuk merespon keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pernyataan dibacakan oleh para perwakilan gerakan perlawanan dalam jumpa pers dengan media, di mana  mereka yang tidak disebutkan namanya memakai sorban untuk menutupi kepalanya, hingga hanya menyisakan kedua mata saja.

Berikut 12 poin hasil kesepakatan pertemuan tersebut:

  1. Keputusan Presiden AS Trump mengenai kota Al Quds, merupakan ultimatum perang melawan rakyat Palestina dan menodai hak negara. Sebuah pelanggaran berat yang berada dalam garis merah. Saat ini, keputusan Trump tidak mengubah fakta sejarah, agama dan hukum bahwa Yerusalem adalah ibukota abadi Palestina.
  2. Kami menekankan bahwa intifadah membela Yerusalem adalah pilihan strategis dalam menghadapi penjajahan. Kami menghimbau saudara-saudara kami di Tepi Barat dan Yerusalem untuk meningkatkan dan mengembangkan sarana dan menyusun kekuatan perlawanan mereka dalam menghadapi penjajah.
  3. Kami menyerukan agar seluruh pihak bersatu padu membangun strategi bersama dalam skala nasional Palestina guna menyusun program perlawanan untuk menghadapi agresi penjajah dan kejahatannya terhadap rakyat Palestina dan tempat sucinya. Juga menyusun strategi untuk menangani semua skema penjajahan yang dibuat untuk melikuidasi kepentingan Palestina.
  4. Kami memberikan apresiasi dan penghormatan kepada masyarakat dunia dari negara Arab maupun negara Islam yang mengecam dan menolak keputusan Presiden Trump, dan kami pun turut berbangga kepada para Syuhada. Tak lupa kami berdoa atas kesembuhan kepada para korban sakit dan luka-luka serta mendukung pembebasan para tahanan palestina di penjara Israel.
  5. Kami memperingatkan dampak serius atas keputusan Trump ini dan dampaknya terhadap kedaulatan Palestina,negara-negara Arab dan Islam.
  6. Kami menuntut Presiden Otoritas Palestina dan PLO untuk menarik pengakuan entitas Zionis dan menyatakan kegagalan atas perjanjian Oslo serta menghentikan koordinasi perdamaian dengan Israel dan melegalkan segala perlawanan di Tepi Barat yang diduduki Israel saat ini.
  7. Kami menuntut Liga Negara-negara Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil keputusan teknis dengan melihat fakta yang terjadi yang sesuai dengan aspirasi masyarakat. Kami juga menyerukan pemutusan hubungan diplomasi politik dan ekonomi dengan Zionis dan Amerika juga pengusiran duta besar Amerika dan Zionis dari negara-negara Arab dan Islam.
  8. Kami menyesalkan kunjungan delegasi Kerajaan Bahrain ke wilayah Zionis. Kami menegaskan, bahwa kunjungan ini adalah pengkhianatan yang mencederai rakyat Palestina, perjuangan kami dan pengorbanan mereka, dan tidak sama sekali mewakili aspirasi masyarakat Arab dan Islam.
  9. Kami mohon doanya untuk penguatan, ketabahan, dan konsistensi rakyat Palestina, juga agar blokade di Jalur Gaza segera dicabut.
  10. Kami meminta rakyat Palestina untuk terlibat dalam semua kegiatan dan pergerakan untuk mendukung Intifadah Al Quds.
  11. Komite Pasukan Perlawanan selalu ada dalam semua perisitiwa dan pergerakan Intifadah.
  12. Kami meminta pertanggungjawaban sepenuhnya kepada Zionis atas agresi yang mereka lakukan terhadap rakyat kami dimana mereka menargetkan syahidnya Hussein Nasrallah dan Mustafa Sultan di Gaza Utara. Kami mengingatkan, bahwa Zionis akan mendapatkan balasannya!(L/KD/RA1/RE1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)