Datu Watteau Ibrahim: Hawa Nafsu Penyebab Perpecahan Umat Islam

Bogor, 22 Sya’ban 1437/29 Mei 2016 (MINA) – Ketua Dewan Dakwah Filipina, Syaikh Datu Watteau Ibrahim mengatakan, hawa nafsu merupakan penyebab timbulnya perpecahan umat Islam.

“Kita adalah umat yang mengikuti sunnah Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam yang disatukan dalam Islam. Namun kemudian umat ini berpecah belah karena menuruti hawa nafsu,” ujar Watteau Ibrahim pada acara Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dengan tema “Membangun Kesatuan Umat Yang Rahmatal lil ‘alamin Untuk menghadapi Problematika Dunia Islam dan Pembebasan Masjid Al Aqsha”, di Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jabar, Ahad, (29/5).

Ia juga mengatakan, perpecahan terjadi karena umat Islam saat ini mulai meninggalkan ajaran agama Islam.

“Kita lihat kondisi Muslimin sekarang yang menyedihkan akibat perpecahan, kehinaan serta kemundurannya karena mereka mulai meninggalkan ajaran mulia agama Islam,” ujarnya.

Baca Juga:  Relawan UAR Kalbar Ikut Pelatihan Tanggap Bencana

Menurutnya, inilah yang menyebabkan umat Islam menjadi lemah. Akibat perpecahan ini umat Islam menjadi lemah setelah kuat, menjadi hina setelah mulia.

Karena itu, ia menegaskan, Islam akan menjadi kuat manakala umatnya berpegang teguh pada ajaran Islam dan meninggalkan perpecahan.

“Manakala Islam merenungi relung hati mereka terdalam, niscaya mereka akan menjadi umat yang kuat, bersatu dan saling berpegang teguh,” katanya.

Watteau mengatakan, wajib atas muslimin bersatu dan berpegang teguh pada agama Islam sebagai solusi perpecahan dan perselisihan.

“Oleh karenanya wajib atas muslimin bersatu dan perpegang teguh pada agama Islam serta harus bersungguh-sungguh dalam berjihad dan berdakwah demi meninggikan kalimah Allah,” katanya.

Lindungi Al-Aqsha

Dalam tausiyahnya, Watteau Ibrahim juga mengatakan, Al-Aqsha adalah milik umat Islam maka wajib atas kaum Muslimin untuk melindunginya.

Baca Juga:  Tanggap Darurat di Sumbar Diperpanjang, UAR Terus Giatkan Pencarian

“Kita adalah bagian dari Al-Aqsha. dan Al-Aqsha adalah bagian dari milik kita. Karena itu, merupakan kewajiban atas Muslimin untuk melindungi Masjid Al-Aqsha,” ujarnya.

Menurutnya, kita harus berdiri bersama untuk mendukung saudara-saudara yang ada di Palestina.

“Kita harus berdiri bersama saudara-saudra kita di Palestina, mendukung mereka baik secara moril maupun materiil,” pungkasnya. (L/P005/Ism/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Admin

Editor: Ali Farkhan Tsani