Delapan Jenis Rezeki

Oleh Bahron Ansori, jurnalis MINA 

Rezeki adalah karunia dari Allah yang sudah pasti dibutuhkan oleh setiap manusia. Tapi sayang, tak sedikit di antara manusia, untuk mendapatkan rezeki, yang  nekad menggunakan segala cara; halal, haram, hantam tanpa peduli rambu-rambu dari Allah dan Nabinya. Tentu saja, cara-cara seperti itu bukan cara yang diridhoi Allah.

Bicara tentang rezeki, maka paling tidak ada delapan jenis rezeki yang mesti dipahami setiap muslim. Tujuannya, agar seorang muslim tidak perlu galau dan habis-habisan dalam mencari rezeki sehingga melupakan Allah Ta’ala sebagai pemberi rezeki.

Berikut adalah beberapa dalil yang menunjukkan delapan jenis rezeki yang akan Allah berikan kepada setiap orang muslim.

Pertama, Rezeki yang Telah Dijamin. Artinya, Allah sudah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk-Nya. Allah tidak mengatakan bahwa yang dijamin rezekinya hanya orang beriman saja. Tapi, yang dimaksud rezekinya dijamin Allah artinya ini berlaku untuk seluruh makhluk yang bernyawa, terlepas apakah dia seorang muslim atau bukan, hewan ternak atau melata.

Allah Subahanahu Wa Ta’ala  berfirman yang artinya, “Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya.” (Qs. Hud : 6).

Kedua, Rezeki Karena Usaha. Ini artinya, seseorang hanya akan mendapatkan apa telah ia usahakan untuk mendapatkannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.” (Qs. An-Najm : 39).

Ketiga, Rezeki Karena Bersyukur. Orang yang bersyukur artinya ia merasa puas dan nrimo atas apa yang diberikan Allah Ta’ala kepadanya. Apa pun yang Allah berikan kepadanya, tetap saja selalu bersyukur.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, ‎“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (Qs. Ibrahim : 7).

Keempat, Rezeki Tak Terduga. Rezeki yang datang tidak terduga-duga ini adalah rezeki yang Allah Ta’ala berikan kepada setiap hamba-Nya yang bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Siapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Qs. At-Thalaq : 2-3).

Kelima, Rezeki Karena Istighfar. Banyak dalil dari al Quran dan as Sunnah yang menjelaskan betapa istighfar mempunyai kekuatan dahsyat. Salah satu keutamaan dari pengucapan istighfar itu adalah rezekinya dijamin oleh Allah Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.” (Qs. Nuh : 10-11).

Keenam, Rezeki Karena Menikah. Jaminan Allah bagi setiap orang yang menikah ini adalah bukti keagungan Allah.

Allah Ta’ala  berfirman yang artinya, “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.” (Qs. An-Nur : 32).

Ketujuh, Rezeki Karena Anak. Ini artinya rezeki yang Allah Ta’ala berikan melalui anak. Seperti yang difirmankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang artinya, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (Qs. Al-Israa’ : 31).

Delapan, Rezeki Karena Sedekah. Banyak dalil yang menjelaskan tentang keutamaan sedekah ini. Satu di antaranya adalah seperti dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala yang artinya, “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak dan sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (Qs. Al-Baqarah : 24)

Semoga Allah memudahkan semua urusan kita dalam menjemput rezeki dari-Nya.(RS3/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)