Delegasi Keamanan Mesir Tinggalkan Jalur Gaza

Gaza, MINA – Delegasi Keamanan Mesir meninggalkan Jalur Gaza Rabu malam (17/10) setelah 24 jam mempersiapkan kunjungan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel, yang dibatalkan menurut media Ibrani.

Maher Abu al-Awf, Direktur Operasi Pusat Otoritas Perbatasan Palestina mengatakan bahwa delegasi keamanan Mesir meninggalkan Jalur Gaza melalui penyeberangan Beit Hanoun-Erez di Jalur Gaza utara. Media setempat Quds Press melaporkan.

Delegasi keamanan Mesir tiba di Jalur Gaza pada Selasa untuk membahas pembicaraan dengan Hamas tentang dua sisi, kaitan dengan Israel dan rekonsiliasi Palestina.

Menurut saluran Recht Kan Ibrani, bahwa Menteri Intelijen Mesir Abbas Kamel membatalkan kunjungannya ke Jalur Gaza dan Ramallah, yang dijadwalkan Kamis ini.

Saluran berbahasa Ibrani tidak membahas alasan pembatalan kunjungan, sementara tidak ada pernyataan resmi dikeluarkan dari Kairo.

Analis politik dari Channel 10 Israel, Barak Rafid, mengutip seorang pejabat Israel pada Rabu malam bahwa Kamel menunda kunjungannya ke Tel Aviv, Ramallah dan Gaza, ke tanggal lain yang tidak ditentukan, dengan latar belakang eskalasi militer di Jalur Gaza sejak pagi ini.

Pada akhir pekan, putaran baru pembicaraan mengenai rekonsiliasi Palestina serta kemungkinan pembentukan gencatan senjata antara faksi-faksi di Jalur Gaza dan Israel diperkirakan akan berlangsung.

Pembicaraan itu akan mencakup kunjungan Mayor Jenderal Kamel ke negara itu, Ramallah, Gaza dan Amman.

Pada 22 September, satu delegasi keamanan yang dipimpin oleh Ahmed Abdel Khaliq tiba di Jalur Gaza untuk kunjungan selama beberapa jam dan bertemu dengan pimpinan Hamas.

Mesir mensponsori file rekonsiliasi Palestina antara Fatah, Hamas dan faksi Palestina lainnya.

Pada 12 Oktober 2017, Fatah dan Hamas menandatangani perjanjian di Kairo untuk memungkinkan pemerintah mengelola Gaza dan Tepi Barat, tetapi penerapannya terhenti di tengah ketidaksepakatan antara dua gerakan atas beberapa file. (T/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)