Delegasi Kristen Suarakan Kondisi Buruk Pendudukan Israel di Palestina

Layanan gereja ortodoks di Gaza City, Palestina, 7 Januari 2020. (Foto: Mustafa Hassona/Anadolu Agency)

Gaza, MINA – Sekelompok uskup dari seluruh Eropa dan Amerika Utara menyuarakan keprihatinannya yang mendalam atas pendudukan Israel atas Palestina.

Kelompok itu, yang mengunjungi Palestina setiap tahun untuk mempromosikan dialog dan perdamaian, menggambarkan situasi yang suram setelah mereka kembali dari wilayah pendudukan.

“Setiap tahun kami datang untuk bertemu dan mendengar orang-orang di Tanah Suci. Kami terinspirasi oleh ketangguhan dan keyakinan mereka yang abadi dalam situasi yang memburuk,” kata kelompok yang beranggotakan 15 orang itu dalam sebuah pernyataan, demikian dikutip dari MEMO, Ahad (19/1).

Delegasi itu menyampaikan pesan dari rekan Kristen mereka di Palestina bahwa para uskup setempat membunyikan alarm mengenai kondisi kehidupan di bawah pendudukan Israel yang semakin tak tertahankan.

“Ini sangat jelas di Tepi Barat di mana saudara dan saudari kita ditolak, bahkan hak-hak dasar, termasuk kebebasan bergerak,” jelas kelompok itu.

“Di Gaza, keputusan politik semua pihak telah menciptakan penjara terbuka, pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan. Kami disambut oleh keluarga-keluarga yang fokusnya sekarang adalah kelangsungan hidup sehari-hari yang aspirasinya telah dikurangi menjadi hal-hal mendasar seperti listrik dan air bersih,” tambah kelompok itu.

Mereka mendesak kelompok-kelompok Kristen untuk menyaksikan secara langsung nasib rekan seagama yang hidup di bawah pendudukan Israel.

“Kami mendorong orang-orang Kristen di negara kami untuk berdoa dan mendukung misi ini. Peningkatan jumlah orang yang melakukan ziarah ke Tanah Suci sangat menggembirakan dan kami menyerukan kepada mereka yang datang untuk memastikan mereka bertemu dengan masyarakat setempat,” katanya.

Dengan melibatkan pemerintah untuk membantu membangun solusi politik baru, yang berakar pada martabat manusia dan hukum internasional, mereka meminta orang lain untuk mengikuti jejak Paus dalam mengakui negara Palestina.

Mereka pun meminta komunitas internasional menolak dukungan politik atau ekonomi untuk permukiman Israel. (T/Ty/RI-1)

Mi’raj News Agencg (MINA)