Delegasi Uni Eropa Persiapkan Pengelolaan Penyeberangan Rafah

Pintu Perbatasan Rafah, Jalur Gaza. (Foto:MINA)

Gaza, MINA – Delegasi Uni Eropa terdiri dari 12 anggota tiba di Jalur Gaza melalui Perlintasan Beit Hanoun berbatasan dengan wilayah jajahan Israel untuk memeriksa perbatasan Rafah dengan Mesir.

Kunjungan singkat pada Rabu (25/10) tersebut dilakukan untuk berkoordinasi dengan pemerintah Palestina dalam persiapan pengambilalihan perlintasan tersebut setelah perjanjian rekonsiliasi Fatah-Hamas disepakati sejak pertengahan Oktober lalu.

Kantor Berita Al-Ray yang dikutip MINA melaporkan, kunjungan delegasi Uni Eropa tersebut di Perlintasan Rafah hanya beberapa jam saja.

Jalur Gaza dan Rafah telah dikendalikan oleh Hamas sejak pengambilalihan daerah kantong yang terblokade tersebut pada Juli 2007 lalu.

Namun, setelah penandatanganan perjanjian rekonsiliasi intra-Palestina yang disponsori Mesir di Kairo pada 12 Oktober 2017, Hamas setuju untuk menyerahkan kendali Gaza kepada pemerintah persatuan  yang dipimpin oleh Rami Hamdallah.

Hamas juga setuju untuk menyerahkan penyeberangan Rafah, perlintasan utama bagi dua juta penduduk Gaza, kepada pemerintah persatuan Palestina dengan Mesir dan di bawah pengawasan Uni Eropa. Personil dari Uni Eropa  akanbertugas memantau pergerakan warga Palestina di perbatasan tersebut.

Selama ini Mesir hanya membuka penyeberangan selama beberapa hari setiap tiga atau empat bulan, pada hari-hari tertentu, membuat perjalanan warga Gaza ke dunia luar hampir sulit. Namun, dengan perkembangan baru ini penyeberangan diperkirakan akan dibuka setiap hari.

Sementara itu, kunjungan diplomatik beberapa komisi Eropa dari beberapa negara ke Jalur Gaza banyak dilakukan akhir-akhir ini untuk menindaklanjuti proyek negara mereka atau untuk membahas proses perdamaian di Timur Tengah.

Ada tiga titik penyeberangan utama dari Jalur Gaza yakni Persimpangan Erez sebelah utara Gaza dan Penyeberangan Karni sebelah timur hanya digunakan untuk pergerakan muatan menuju daerah jajahan Israel dan penyeberangan Rafah di selatan Gaza menuju Mesir. Titik persimpangan kargo lainnya adalah perbatasan Karem Shalom yang melintasi perbatasan dengan Mesir dan perbatasan Sufa sebelah utaranya.

Penyeberangan sangat penting bagi peningkatan perekonomian Jalur Gaza dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari penduduk. Penutupan penyeberangan dianggap sebagai hukuman kolektif bagi semua orang yang tinggal di daerah kantong kecil yang terblokade itu. (T/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)