Demonstran Jerman Desak Pemerintah Terima Pengungsi Kamp Moria

Berlin, MINA – Sekitar 3.000 pengunjuk rasa di Jerman meminta pemerintah dan negara di seluruh Uni Eropa untuk menerima semua pengungsi dari kamp Moria di Yunani.

Kamp Moria di pulau Lesbos, Yunani, telah terbakar habis setelah kebakaran melanda pemukiman tersebut pada Selasa (8/9), MEMO melaporkan.

Sekitar 13.000 orang, termasuk 4.000 anak-anak, sekarang mengungsi dan tidak memiliki tempat berlindung, mereka tidur di pinggir jalan atau di ladang.

Organisasi Hak Asasi Manusia mengatakan, kamp-kamp itu seharusnya telah dievakuasi jauh sebelum kebakaran, setelah berulang kali diperingatkan atas kondisi berbahaya di sana.

Antara Januari dan Agustus lima orang ditikam di kamp Moria, yang berkapasitas kurang dari 3.000, namun 13.000 orang tdijejalkan ke dalamnya.

Selama musim panas, Yunani dikritik karena mendeportasi pengungsi ke Turki di tengah pandemi virus korona.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengungsi Norwegia mengatakan,: “Ini adalah bom waktu, sekarang telah meledak dan mudah-mudahan ini adalah peringatan yang dibutuhkan oleh para pemimpin di ibu kota Eropa. Orang-orang Moria seharusnya direlokasi bertahun-tahun yang lalu.”

“Ingat ketika bank terancam beberapa tahun yang lalu, ada pertemuan setiap pekan untuk menyelamatkan bank. Ayo adakan rapat sekarang untuk menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

Saat para demonstran turun ke jalan di Berlin, Hamburg, Frankfurt dan Leipzig, pendukung konservatif seperti Menteri Bantuan Pembangunan Gerd Muller, anggota CSU Bavaria, telah bergabung dalam pembuatan tuntutan, menurut Berlin Spectator.

Beberapa negara bagian federal Jerman menyatakan siap menerima para pengungsi, termasuk negara bagian North Rhine-Westphalia yang telah berjanji untuk menerima 1.000 pengungsi.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Mass telah meminta negara-negara Uni Eropa lainnya untuk meningkatkan dan menerima pengungsi.

Jerman memiliki populasi pengungsi tertinggi kelima di dunia. Antara 2015 dan 2019 ada 1,7 juta orang mengajukan suaka di Jerman, tiga perempat dari satu juta pelamar pada 2016 dan 18.000 warga Suriah pada 2020. (T/R7/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)