Demosntran Sudan Desak Militer Dukung Tuntut Presiden Mundur

Presiden Sudan Omar Al-Bashir. (Foto: EPA)

Khartoum, MINA – Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan untuk hari kedua berturut-turut di luar markas tentara Sudan di ibu kota, Khartoum.

Mereka mendesak militer negara itu untuk mendukung tuntutan mereka agar Presiden Omar Al-Bashir mengundurkan diri, demikian Al Jazeera melaporkan.

Massa berkumpul hari Ahad di luar kompleks yang juga menjadi letak kediaman resmi Bashir dan Kementerian Pertahanan.

Polisi Sudan menembakkan gas air mata ke para demonstran dalam upaya membubarkan protes, kantor berita AFP melaporkan, mengutip saksi di tempat kejadian.

Gerakan protes dimulai sebagai reaksi terhadap keputusan pemerintah untuk melipattigakan harga roti pada bulan Desember lalu. Namun, protes meningkat menjadi tuntutan agar Bashir lengser setelah tiga dekade menjabat.

Penyelenggara protes memilih 6 April untuk memulai rapat umum di luar markas tentara untuk memperingati pemberontakan 1985 yang menggulingkan pemerintahan Presiden Jaafar Nimeiri. Militer melengserkan Nimeiri sebelum menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah terpilih, yang pada gilirannya digulingkan oleh Bashir dalam kudeta tahun 1989.

Sementara itu, Bashir menolak untuk mundur. Ia mengatakan bahwa lawan-lawannya perlu mencari kekuasaan melalui kotak suara. Pada Ahad ia memimpin rapat Dewan Keamanan Negara.

“Dewan keamanan menegaskan bahwa para pengunjuk rasa adalah bagian dari komunitas Sudan dan visi serta tuntutan mereka harus didengar,” kata Presiden dalam pernyataan setelahnya.

“Dewan akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan perdamaian dan keamanan di seluruh negeri,” tegasnya. (T/RI-1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)