Dewan Keamanan PBB Putuskan Hanya Buka Satu Perbatasan untuk Kirim Bantuan ke Suriah

New York, MINA – Dewan Keamanan PBB pada hari Sabtu (11/7) menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah selama satu tahun ke depan hanya melalui satu gerbang perbatasan.

Dewan yang beranggotakan 15 orang itu mengurangi jumlah gerbang untuk pengiriman bantuan dari Turki ke Suriah. Sekarang hanya Bab Al-Hawa di seberang perbatasan Cilvegozu yang akan tetap terbuka untuk pengiriman bantuan selama satu tahun ke depan, Anadolu Agency melaporkan.

Setelah negosiasi yang alot, pengaturan dicapai untuk mencegah veto Rusia dan untuk memperbarui otorisasi yang berlaku sejak 2014 dan berakhir pada hari Jumat.

Sebelumnya, Dewan Keamanan telah menemui jalan buntu, dengan sebagian besar anggota melawan sekutu Rusia dan Cina yang merupakan sekutu Suriah, dalam pemilihan kelima Dewan mengenai masalah itu.

Resolusi yang dirancang oleh Jerman dan Belgia didukung oleh 13 negara, sementara Rusia, Cina, dan Republik Dominika abstain.

Di bawah resolusi itu, perbatasan Bab Al-Salam yang berseberangan dengan Oncupinar akan tetap ditutup untuk pengiriman bantuan PBB.

Sebelumnya, Turki telah meminta perpanjangan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2504 untuk satu tahun lagi agar pintu perbatasan Cilvegozu dan Oncupinar tetap terbuka untuk memberikan bantuan ke Suriah.

Sebanyak 300.000 warga Suriah yang rentan di Aleppo utara biasa mendapatkan bantuan PBB melalui Bab Al-Salam, yang sekarang ditutup.

Namun, sekitar 2,8 juta orang di Idlib barat laut akan terus menerima bantuan melalui Bab Al-Hawa, yang akan tetap terbuka.

Sementara bantuan kemanusiaan dikirim ke Suriah sebelumnya melalui empat penyeberangan perbatasan, Rusia menutup perbatasan Ar-Ramtha antara Suriah dan Yordania, juga Al-Yarubiyah dengan Irak tahun lalu.

Suriah telah dikunci dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011 ketika Bashar Al-Assad menindak demonstran pro-demokrasi.

Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta orang terlantar, menurut angka PBB. (T/R7/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)