Dewan Konsultasi Malaysia Serukan Solidaritas Al-Quds dan Kashmir

Kuala Lumpur, MINA – Presiden Dewan Konsultasi Malaysia untuk Organisasi Islam Mohd Azmi Abdul Hamid menyerukan kepada semua Muslim dan orang-orang yang cinta damai di dunia untuk bersatu dalam solidaritas dengan Palestina dan Kashmir.

Mohd Azmi menyampaikan seruan ini menandai Jumat terakhir Ramadan sebagai Hari Al Quds Internasional. Straits Times melaporkan, Jumat (22/5).

Ia mengatakan, bukan hanya Palestina, Hari Hitam Kashmir juga perlu diungkapkan menandai protes Kashmir dalam memperingati pendudukan paksa oleh pasukan keamanan India di lembah Jammu dan Kashmir.

“Keduanya membawa beban yang sama untuk ditempati dan perjuangan untuk kebebasan,” ujarnya.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, Kashmir pada tahun 1947 dan Palestina pada tahun 1948, diduduki oleh pasukan asing dengan pemusnahan populasi, setara dengan genosida, ujarnya.

“Keduanya memiliki penyebab yang sama, Inggris yang mengambil sendiri untuk memutuskan nasib kedua wilayah tersebut,” lanjutnya.

Ia menyayangkan komunitas dunia yang berkompromi dengan pelanggaran HAM besar-besaran dalam sejarah modern di Palestina dan Kashmir.

“Tidak hanya pendudukan di kedua wilayah berlanjut, pendudukan jug semakin menganeksasi lebih banyak daerah, menewaskan lebih banyak warga sipil, menghancurkan semua perlawanan politik dan mematikan kebebasan pers bebas,” imbuhnya.

Azmi menambahkan, India dan Israel melaksanakan kebijakan diskriminasi dan implementasi sistem apartheid yang serupa. Bahwa Israel hanya untuk orang Yahudi dan India hanya untuk orang Hindu.

Sebagai akibatnya, satu-satunya keadaan normal yang dialami orang Kashmir dan Palestina adalah penindasan setiap hari.

Akses ke kebutuhan dasar untuk makanan, perawatan kesehatan, dan peluang kerja tertahan di bawah kebijakan untuk mengubah susunan demografis wilayah pendudukan. Setiap aspek dari administrasi adalah memperlakukan penduduk lokal yang tidak berhak atas persamaan hak, tambahnya.

India telah menentang Resolusi DK PBB untuk status di Kashmir, sementara Israel telah mengabaikan banyak Majelis Umum PBB dan resolusi Dewan Keamanan tentang Palestina, lanjutnya.

“Untuk itu kami menyerukan kepada komunitas dunia untuk menunjukkan dukungan penuh mereka bagi pejuang kemerdekaan Kashmir dan Palestina,” pesannya. (T/RS2/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)