Dewan Nasional Palestina: Normalisasi UEA-Bahrain dengan Israel Tidak Bawa Perdamaian

Ramallah, MINA – Dewan Nasional Palestina menegaskan bahwa perjanjian normalisasi Emirat dan Bahrain dengan pendudukan Israel yang ditandatangani Selasa (15/9), tidak mewakili posisi Arab dan tidak akan mencapai keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.

“Kunci keamanan dan perdamaian di Timur Tengah adalah hak rakyat Palestina secara penuh,” bunyi pernyataan. Quds Press melaporkan.

Dalam pernyataan Selasa malam, setelah penandatanganan dua perjanjian normalisasi di Washington, di bawah naungan Amerika Serikat, Majelis Nasional Palestina menekankan bahwa negara-negara Arab yang menandatangani perjanjian tersebut melegalkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meratifikasi Kesepakatan Abad Ini AS.

Dia melanjutkan, ancaman nyata bagi keamanan nasional Arab dan perjuangan Palestina adalah pendudukan Israel, yang mencoba melikuidasi hak-hak nasional Palestina untuk kembali dan negara dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Dia menambahkan bahwa langkah tersebut ditolak dan tidak akan membebaskan pemiliknya dari konsekuensi bencana bagi masa depan bangsa Arab dan generasi masa depannya.

Dia menambahkan bahwa Israel tidak bisa menyembunyikan ambisinya dalam melaksanakan rencananya dan malah semakin memperkuat pengaruh kolonial ekspansionisnya tidak hanya di Palestina tetapi di kawasan Arab.

Dewan juga menambahkan, pemenang dari perjanjian itu adalah Israel dan pemerintahan Trump, yang memungkinkan presidennya untuk mengeksploitasi dan melemahkan persatuan Arab dan menipu beberapa dari mereka untuk mencapai tujuannya, dan untuk meningkatkan peluang keberhasilannya dalam pemilihan presiden mendatang.

“Perjanjian ini tidak akan menghancurkan rakyat dan kepemimpinan kami, dan tidak akan merusak tekad dan kemauan kami dalam menghadapi semua tekanan ini dan upaya untuk memberlakukan blokade politik, setelah pemerintahan Trump gagal mencapai tujuannya melalui blokade keuangan dan sanksi ekonomi,” lanjut pernyataan. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)