Dewi Nur Aisyah: Jadi Muslimah Hebat Tanpa Lupakan Peran Utama

Jakarta, MINA – Menjadi seorang muslimah bukanlah halangan untuk meraih prestasi tinggi dan keberhasilan.

Keyakinan itu dinyatakan oleh Dewi Nur Aisyah, seorang ahli kesehatan (epidemiologist), saat membagikan pengalaman dan tips kepada para muslimah dalam melaksanakan peran sebagai muslimah pada Jumat (4/1) dalam acara Kajian Muslimah di Balai Kota Jakarta Pusat.

Dewi menyebutkan, ada tiga tugas utama seorang wanita muslimah yang tidak bisa ditawar, pertama adalah mar’atus sholihah (wanita salehah), kedua zaujun sholihun (istri yang taat), dan yang ketiga mardiyatul awwalun (pendidikan/sekolah pertama) bagi anak-anaknya.

“Ketika seorang wanita telah selesai mendidik dirinya menjadi wanita salehah, kemudian Allah takdirkan untuk bertemu dengan pasangan hidupnya dan menikah, maka kewajibannya bertambah. Ketika selanjutnya ia mengandung dan melahirkan, bertambah lagi perannya,” katanya kepada para muslimah yang hadir.

Wanita muda penerima beasiswa S3 Presiden RI itu mengatakan, wanita tetap bisa mengambil peran lainnya tetapi dengan catatan ketiga peran tersebut harus diutamakan.

Menurutnya antara menikah dan pendidikan/bekerja bukanlah sesuatu yang bertentangan.

Dewi mencontohkan dirinya sendiri yang sudah menikah, punya anak, melanjutkan studi hingga S3, sekaligus mengerjakan proyek, tetapi tiga peran utamanya tidak berkurang.

“Saya memang lanjut studi, tapi anak tidak terlantar dan kehidupan rumah tangga juga tetap bertahan. Semua terurus dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Dewi juga mengatakan untuk mencapai keberhasilan melaksanakan banyak peran sebagai seorang muslimah, diperlukan keteguhan dan pengorbanan dalam perjuangan.

Acara Kajian Muslimah Balai Kota merupakan acara pekanan yang diadakan oleh kaum Muslimah yang bekerja di Balai Kota. Jadwalnya diadakan setiap Jumat Pukul 11.30 – 13.00 WIB dengan narasumber yang berbeda-beda. (L/Mufi/Ri-1)

Mi’raj News Agency (MINA)