Yerusalem, MINA – Meskipun polisi Israel memperketat prosedur ketat di gerbang Yerusalem dan Al-Aqsa, puluhan ribu warga Palestina berhasil mencapai Masjidil Aqsa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Kamis (29/10).
Puluhan bus berangkat dari daerah-daerah di pedalaman yang diduduki menuju Al-Aqsa, melewati pos-pos di Gerbang Damaskus untuk pemeriksaaan ketat kartu identitas pribadi dan tas. Al Jazeera melaporkan.
Di gang-gang Kota Tua, pengunjung menyebar untuk mencari permen “mushbak”, yang oleh warga dikenal sebagai hadiah untuk sesama. Beberapa toko terpaksa masih tutup karena pandemi Corona.
Setelah melalui banyak pemeriksaan, jamaah pun dapat mengikuti perayaan Maulid yang diselenggarakan oleh Departemen Wakaf Islam di aula shalat Al-Qibli.
Baca Juga: Israel kembali Serang RS Kamal Adwan, Sejumlah Fasilitas Hancur
Imam dan khatib Al-Aqsa, Syaikh Yusuf Abu Sneineh, menyampaikan tahapan perjalanan hidup Nabi, mulai dari silsilah, hijrah, dan tantangan perjuangannya.
“Ini adalah hari cahaya, pemberian dan kegembiraan, hari membangun bangsa Islam di bumi timur dan barat,” ujarnya.
Mengenai penghinaan terhdap Nabi Muhammad, Hakim di Yerusalem, Shyaikh Wasef al-Bakri, mengatakan, “Perayaan kelahiran Nabi tahun ini bertepatan dengan serangan sengit terhadap Islam, Muslim dan Nabi. Itu justru membangkitkan semangat persatuan dan pembelaan dari umat Islam di seluruh dunia”
“Pembelaan kita kepada Nabi adalah pertahanan agama kita, diri kita, peradaban kita dan budaya kita, karena Nabi adalah mulia dan agung,” lanjutnya.
Baca Juga: RSF: Israel Bunuh Sepertiga Jurnalis selama 2024
Sementara Mufti Yerusalem, Syaikh Muhammad Hussein, dalam tausiyahnya mengatakan, penghinaan terhadap agama dan simbol-simbolnya telah melintasi semua garis merah yang ditolak umat Islam.
“Kami di sini dari Masjid Al-Aqsa, mengumumkan bahwa semua Muslim menolak prasangka apapun terhadap agama kami,” katanya. (T/RS2/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Al-Qassam Sita Tiga Drone Israel