Di Gaza Hewan Kurban Melimpah, Daya Beli Lemah

Seorang Peternak di Palestina (foto: istimewa)

Gaza, MINA – Penurunan kondisi ekonomi dan penurunan gaji ke tingkat terendah membuat warga di Gaza, Palestina tidak dapat berkurban seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Abu Nafez, seorang warga Gaza yang biasa berkurban setiap tahunnya saat Idul Adha datang.

“Bertahun-tahun yang lalu, hewan kurban hampir ada di setiap jalan dan lorong Jalur Gaza. Namun sejak dua tahun atau lebih orang-orang yang mampu dan bahkan orang yang tergolong kaya di Jalur Gaza tidak lagi bisa membeli,” kata Abu Nafez kepada Palinfo, Senin (12/8).

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi akibat blokade ketat dan mencekik yang terus diberlakukan atas Jalur Gaza sejak 13 tahun berturut-turut oleh pemerintah pendudukan Israel.

Jabir al-Nairab, salah seorang pemilik peternakan juga mengatakan, tahun ini daya beli warga Gaza untuk membeli hewan kurban berada pada tingkat terendah.

“Bahkan lembaga-lembaga yang biasanya mengambil jumlah besar sekarang permintaan mereka turun sekitar setengahnya,” katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya harga hewan kurban tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harga hewan kurban per kilo sekitar 15 shekel (Rp61 ribu) hingga sekitar 17 shekel (Rp69 ribu), dibandingkan dengan tahun lalu berkisar antara 19 shekel (Rp77 ribu) hingga 21 shekel (Rp85 ribu) per kilo.

Nairab menyatakan, harga hewan kurban sudah pantas dan sangat rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Tetapi situasi ekonomi secara keseluruhan, kelangkaan peredaran uang di Jalur Gaza, adalah yang menentukan kemampuan orang membeli hewan kurban atau tidak.”

Sementara itu Wakil Menteri Pertanian Palestina Ibrahim Al-Qudra menegaskan, hewan kurban tersedia melimpah tahun ini. Ada sekitar 12 ribu ekor sapi serta 25 hingga 30 ribu domba, yang sangat mencukupi bagi penduduk Jalur Gaza.

Ia menjelaskan, kementeriannya melakukan pemeriksaan hewan dan mengetahui hasil yang disetujui, baik yang bisa didistribusikan, untuk pembibitan, atau dijual di pasar-pasar Jalur Gaza. (T/Sj/RS2).

Mi’raj News Agency (MINA)